Minggu, 19 November 2017

Omset Pengrajin Batik Jambi Capai 10 Juta Perbulan


Kamis, 26 Oktober 2017 | 14:02:08 WIB


Aneka motif batik Jambi
Aneka motif batik Jambi / Sharly Apriyanti

JAMBI - Batik Jambi di tengah berkembangnya zaman, kini masih menjadi salah satu trend. Inun, satu diantara pengrajin batik Jambi di Seberang Kota Jambi mengatakan, bahwa kain batik yang paling banyak dicari sebagai cinderamata adalah motif Angso Duo.

"Permintaan kain batik motif Angso Duo belakangan ini cukup meningkat dibandingkan motif lainnya yang juga masih diminati masyarakat.
Pemasarannya juga belum ada kendala sampai saat ini," ujarnya, Rabu (25/10).

Inun menjelaskan bahwa Batik Jambi memiliki ciri khas dan makna tersendiri baik dari motif dan coraknya. Yang mana diambil dari alam Jambi, seperti motif angso duo yang merupakan ikon Provinsi Jambi serta keris siginjai yang merupakan senjata pahlawan Jambi.

Sedangkan motif Sungai Batanghari dan kapal sanggat yang bermakna mengisyaratkan untuk berhati-hati dalam menjalankan pekerjaan . Serta motif durian pecah yang menggambarkan 2 kulit durian yang terbelah.

Dikatakannya, batik Jambi bukan hanya sekedar digunakan untuk bahan membuat baju atau kain saja. Perempuan seberang menjadikannya sebagai hiasan kepala yang disebut tengkuluk dan hiasan di kepala laki-laki yang disebut lacak.

Menurutnya, omset yang diraih pengrajin batik bisa mencapai Rp 10 juta perbulan nya. "Batik Jambi kini dijual dengan harga Rp 70.000 hingga Rp 200.000 per 2 meter. Omset kami dari penjualan batik bisa mencapai 10 juta perbulan," ujarnya.

Kata Inun, selain dijual di Seberang Kota Jambi, batik Jambi juga dijual ke sentra penjualan batik yang ada di kawasan Simpang Pulai.
Hal senada dikatakan pengrajin batik yang membuka gerai di Simpang Pulai, Mahmuda. Menurutnya, dalam sehari bisa menjual 15 hingga 25 helai baju serta bermeter-meter bahan.

‘’Paling banyak yang diminati baju berbahan katun dengan harga kisaran Rp 300 ribuan. Sehari omset kita bisa mencapai Rp 4,5 juta, tergantung pembelian," jelasnya.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments