Rabu, 18 Juli 2018

Pentingnya Media dan Model Pembelajaran dalam Proses Mengajar


Jumat, 20 Oktober 2017 | 11:16:34 WIB


/

DALAM belajar mengajar hal yang terpenting adalah Proses, karena proses inilah yang menentukan tujuan belajar yang akan tercapai  atau tidak tercapai. Ketercapaian dalam  proses belajar mengajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku.

Perubahan tingkah laku tersebut baik yang menyangkut perubahan bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), maupun menyangkut nilai sikap (afektif ).

Dalam proses belajar-mengajar ada banyak faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran diantaranya pendidik, peserta didik, lingkungan, metode/teknik serta media pembelajaran, pada kenyataannya apa yang terjadi dalam pembelajaran seringkali terjadi  proses pengajaran berjalan dan berlangsung tidak efektif banyak waktu, tenaga dan biaya yang terbuang sia-sia sedangkan tujuan belajar tidak dapat tercapai bahkan terjadi proses dalam komunikasi antara pengajar dan pelajar. Hal tersebut di atas masih sering dijumpai pada proses pembelajaran selama ini.

Dengan adanya media pembelajaran maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran dengan tersedianya media pembelajaran.

Guru pendidik dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan metode pengajaran yang akan dipakai dalam situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat diantara peserta didik. Bahkan alat /media pembelajaran ini selanjutnya dapat membantu, guru membawa dunia luar ke dalam kelas. Dengan demikian ide yang abstrak dan asing (metode) sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Bila alat/media pembelajaran dapat difungsikan secara tepat dan professional, maka proses pembelajaran akan berjalan efektif.

Dalam pembelajaran, alat atau media pembelajaran jelas diperlukan, sebab alat/media pembelajaran ini memiliki peranan yang besar dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diiginkan.

Kegunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar diantaranya :
1.    Media Pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan supaya tidak terlalu  verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau hanya kata lisan)
2.    Media Pembelajaran dapat membatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya :

- Objek yang terlalu besar- bisa digantikan dengan realita, gambar, film  bingkai, film atau model.

- Objek yang kecil dibantu dengan proyektormikro, film bingkai, film, atau gambar.

- Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.

- Kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, atau  foto.

- Objek yang terlalu kompleks, dapat disajikan dengan model, diagram atau melalui program Komputer animasi.
Konsep yang terlalu luas ( gempa bumi, gunung berapi, iklim, planet dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar dan lain-lain.

3.    Dengan menggunakan Media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.

Dalam hal ini Media Pembelajaran  berguna untuk :
-       Menimbulkan motivasi belajar
-    Memungkinkan  Interaksi  langsung antara anak  didik dengan lingkungan secara seperti senyatanya
-    Memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

4.    Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda diantara peserta didik,  sementara kurikulum dan materi pelajaran ditentukan sama untuk semua peserta didik, hal ini dapat diatasi dengan media pendidikan yaitu :
•    Memberikan perangsang yang sama
•    Mempersamakan pengalaman
•    Menimbulkan persepsi yang sama

Sementara itu Abu Bakar Muhammad, berpendapat bahwa kegunaan alat/ media pembelajaran itu antara lain adalah 1}  mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit, 2) mampu mempermudah pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup dan menarik, 3)  merangsang anak untuk bekerja dan menggerakkan naluri kecintaan menelaah (belajar)  dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajari sesuatu 4) membantu pembentukan watak peserta didik, melatih, memperluas perasaan dan kecepatan dalam belajar.

Dengan demikian, apabila pembelajaran memanfaatkan lingkungan sebagai alat/ media pembelajaran dalam proses belajar  mengajar  maka peserta didik akan memiliki pemahaman yang bagus tentang materi yang didapatkan,  sehingga besar kemungkinan dengan memperhatikan alat/ media pengajaran itu tujuan pembelajaran akan tercapai dengan efektif dan efisien. Variasi dalam pembelajaran dengan mendikan lingkungan sebagai media belajar menyenangkan akan mendukung pelajaran yang tidak membosankan bahkan menjadikan belajar semakin efektif.

Pentingnya Penggunaan Model Dalam Pembelajaran

Model Pembelajaran merupakan suatu teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajarkan suatu pokok bahasan ( materi) tertentu dan dalam  pemilihan suatu model harus disesuaikan terlebih dahulu dengan materi pelajaran. Tingkat perkembangan kognitif siswa dan sarana atau fasilitas yang tersedia sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga model pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.

Model pembelajaran  digunakan untuk dapat membantu memperjelas prosedur, hubungan  serta keadaan keseluruhan dari apa yang didesain. Menurut Joyce dan Weil (1980), ada beberapa kegunaan dari model Pembelajaran antara lain :
a.    Memperjelas hubungan fungsional diantara berbagai komponen, unsur atau elemen system tertentu.
b.    Prosedur yang akan ditempuh dalam melaksanakan kegiatan dapat diidentifikasi secara tepat.
c.    Dengan adanya model pembelajaran maka berbagai kegiatan yang dicakupnya dapat dikendalikan.
d.    Model pembelajaran akan mempermudah para administrator untuk mengidentifikasi komponen, elemen yang mengalami hambatan, jika kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak efektif dan tidak produktif.
e.    Mengidentifikasi secara tepat cara-cara untuk mengadakan perubahan jika pendapat ketidaksesuaian dari apa yang telah dirumuskan.
f.    Dengan menggunakan model pembelajaran, guru dapat menyusun tugas-tugas siswa menjadi suatu keseluruhan yang terpadu.

Walaupun banyak kegunaan dari model pembelajaran, namun terdapat pula kelemahannya, yaitu dapat menjadikan seseorang kurang berinisiatif mengkreasikan kegiatan-kegiatan.
Jika sesuatu model pembelajaran dapat menjamin adanya fleksibilitas sehingga memungkinkan seseorang yang menggunakan model tertentu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi atau kondisi secara lebih baik.

Apalagi dalam menangani masalah-masalah pendidikan, yang dalam banyak hal sangat terpengaruh oleh perubahan variable-variabel lain diluar bidang pendidikan tersebut. Oleh karena itu dalam melukiskan suatu model Pembelajaran sebaiknya, dimungkinkan adanya perubahan-perubahan dalam mengadakan penyesuaian terhadap kebutuhan yang ada.

Konsep Pembelajaran

Ada beberapa konsep mengenai pembelajaran, yaitu :
•    Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar, ( Dimyati & mudjiono, 2005).
•    Pembelajaran adalah proses yang sistematis melalui tahap, rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi. (UUSPN No 20 th 2003).
•    Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidikan dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. ( Joyce & Weil, dalam Dedi Dupriawan dan Benyamin Suranega, 1990).
•    Pembelajaran adalah  segala kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahapan, rancangan,  pelaksanaan dan evaluasi dalam konteks Kegiatan pembelajaran. (Knirk  & Gustafon, 2005).

Konsep Dasar Model-Model Pembelajaran.

Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai  Pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum dan sebagainya (Joyce, 1992 ). Selanjutnya  Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarah kepada desain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran.

*) Penulis adalah guru di SMAN 3 Kabupaten Tanjabtim


Penulis: Irma, S.pd
Editor:


TAGS:


comments