Jumat, 24 November 2017

Berhentilah Memelihara Kebencian


Senin, 30 Oktober 2017 | 14:27:25 WIB


/

KEBENCIAN adalah emosi yang merusak,kebenciaan ini juga  dapat merusak hubungan sosial kita dengan orang lain. Dan kebencian juga menutup pikiran kita untuk berbuat kebaikan  dan menghalangi jalan kita menuju sebuah aksi yang membangun.

Orang yang punya sifat suka membenci orang lain , lalu menyemai sifat buruknya itu setiap saat, kebenciaanya  akan tumbuh subur dan akan semakin subur. Apalagi kalau kebencian itu diujarkan setiap saat , baik lewat kata- kata maupun dalam bentuk tulisan ,lengkaplah sudah  sifat buruk itu disandang . kebencian yang diujarkan itu harus segera dicegah agar kita sebagai masyarakat menjadi lebih santun.

Kebencian umumnya bermula dari prasangka, kebencian merupakan sebuah  hantu yang membayang-banyangi pikiran kita. Asal muasal mispersepsi terhadap individu ataupun kelompok yang lain. Prasangka serupa mitos yang bertujuan melanggengkan sikap antipati , kebencian, permusuhan , hingga konflik berujung perang.

Kebencian sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan kita, Banyak orang tanpa disadari bahwa dia sudah memelihara kebencian dalam dirinya sendiri, Hingga suatu saat nanti kebencian itu akan bertunas menjadi sebuah dendam dan membuat tubuh dan pikiran nya  menjadi pabrik penyakit yang kronis.

Sekarang , banyak dari antara kita bukan hanya memelihara sapi , kerbau , kambing ,kuda, dll. Tetapi bibit – bibit  kebencian juga sudah mulai dipelihara . buktinya saja , Dizaman teknologi yang sangat berkembang saat ini , ujaran kebencian begitu marak, khususnya di dunia maya(media sosial). Orang yang sentimen dengan orang lain begitu mudahnya dapat melontarkan kata-kata atau perkataan yang tidak membangun sebuah nilai- nilai persatuan dan perdamaian, Hanya karena berbeda pandangan ,berbeda pendapat atau berbeda haluan (ideologi). Atau karena berita yang belum tentu kebenarannya alias berita HOAX.

Menurut wikipediabahasa Indonesia, bahwa ujaran kebencian itu adalah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu ,atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan ,ataupun hinaan kepada individu, atau kelompok yang lain dalam berbagai aspek seperti, ras, warna kulit, etnis, gender , cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan ,agama dan lain-lain.

Disetiap akun –akun media sosial ujaran kebencian semakin menjadi-jadi. Kebencian yang ada dalam akun sosial yang ada sudah menjadi semacam kebiasaan yang tak bisa dilepaskan dari pola- pola interaksi para pengguna media sosial. Contoh nyatanya saja adalah banyaknya kolom –kolom komentar di media sosial penuh sesak dengan  komentar – komentar yang pedas –pedas dan berbagai ujaran kebencian. Dan misalnya saja kelompok yang kontra sama seseorang ataupun kepada kelompok lain , mereka dengan sengaja memposting berita yang tidak benar tentang diri yang di benci nya ini.

Mereka juga dengan sengaja mengedit maupun mengupload foto si seseorang ini dengan gambar yang aneh – aneh. Saya heran apakah gunanya mereka melakukan hal semacam ini ?. Apakah dengan melakukan hal semacam ini penghasilan mereka malah bertambah?. Atau dengan membuat hal seperti itu hidup mereka sudah lebih nyaman? Atau kehidupan mereka semakin sejahtera maupun lebih meningkat dari yang sebelumnya.

Ingat !mulutmu harimaumu itu dulu , sekarang jarimu (jempolmu) harimaumu.

Jangan gara- gara jarimu yang manis nan lembut itu engkau masuk kedalam kamar ke 13 .  

Implikasi kebencian didunia maya ,dijelaskan charlemli dan josh bernoff (2008) dalam bukunya yaitu, ketika sebuah tren sosial dimana orang akan mendapatkan kebutuhan lebih memilih dari orang (skunder) ketimbang produsen (sumber prima)

Adakah gunanya jika kita selalu memelihara kebencian dalam hidup kita ini...??? pasti jawabannya tidak. Kebencian hanyalah melelahkan jiwa dan raga kita saja.

Para pembenci itu sesungguhnya juga para perindu, kata orang bijak . misalnya saja, jika ada orang yang membenci X, pembenci itu akan selalu memperhatikan Si X , apapun yang dilakukan dan dikerjakan ,kemana X pergi selalu diikuti beritanya, agar punya bahan untuk melakukan ujaran kebencian . Bawalah cermin kemana –mana sebelum melakuakan “ritual kebencian” bercerminlah dulu : Apakah kita sudah lebih baik ?.

Benci itu sebuah penyakit yang kronis dan para pembenci harus segera  diobati sedini mungkin ,tanpa obat resep-resep dari ahli medis .Bagaimana cara mengobatinya....???ya,  si pembenci tersebut harus punya pemahaman bahwa seseorang tersebut punya kelebihan dan kekurangan , pernah berbuat salah dan pernah berbuat  benar, punya kekuatan dan kelebihan. Tak ada manusia yang sempurna ,karena yang sempurna itu hanyalah Tuhan saja.

Mengapa kita harus saling membenci dan tak mau menyayangi? Bukankan saling membenci itu hanya melelahkan jiwa , pikiran dan raga kita? terus saling curiga dan benci tidak ada gunanya   bagi bangsa ini . perdebatan yang ada pun hanya menyajikan berbagai macam persoalan -persoalan, bukan adu argumentasi  dan saling tukar pendapat untuk mencari solusi penyelesaian persoalan bangsa yang kita cintai ini.

Untuk itu ,perlu ada gerakan sosial untuk melawan ujaran kebencian (hate speech) yang marak disuarakan melalui media sosial. Sejalan dengan itu kita sebagai manusia yang memiliki pikiran yang rasional juga diminta untuk bersikap lebih kritis , dengan tidak mudah mempercayai begitu saja informasi melalui media sosial yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Jangan lah sia- siakan waktumu untuk memelihara kebencian.

Jayalah Indonesiaku .
Salam dari penulis.

Penulis adalah Mahasiswi Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Politik Universitas Jambi


Penulis: Risna Sepriani Sijabat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments