Senin, 20 November 2017

Tips Agar Smartphone Tidak Mengganggu Keutuhan Keluarga


Rabu, 01 November 2017 | 13:15:46 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

PADA dasarnya, sebagai sebuah alat komunikasi, smartphone tentu mempunyai fungsi positif. Efek negatif muncul ketika fungsinya bergeser atau digunakan secara berlebihan.

Yang sering luput dari masyarakat ketika menggunakan smartphone adalah menyesuaikan diri . Artinya, kita seharusnya jangan kalah pintar dengan smartphone sehingga bisa menggunakan dengan smart juga, dengan bijak.

Kebijaksanaan yang lebih tinggi dalam menggunakan smartphone diperlukan saat fungsi telepon genggam menjadi jauh lebih luas.

Bila sebelumnya fungsi telepon genggam hanya untuk telepon dan sms, kini, dengan kemampuan mengakses internet, ada banyak fungsi yang bisa dilakukan oleh sebuah telepon genggam. Mulai dari mengakses media sosial, chatting, game, memutar video, dan beragam program aplikasi lainnya. Karena itulah ia disebut smartphone atau telepon pintar.

Orangtua Cerdas

Banyaknya fitur yang dimiliki oleh smartphone dalam menyampaikan informasi sebenarnya memberikan peluang yang begitu lebar pagi penggunanya untuk menebarkan sebanyak mungkin pesan-pesan kebaikan kepada orang lain.

Lewat media sosial, dengan sekali meng-update status, kita bisa menebarkan pesan ke banyak orang dalam satu waktu dengan hampir tanpa biaya. Bila yang ia sampaikan berupa kata-kata hikmah, motivasi, atau sekadar berbagi ilmu, tentu bisa mendatangkan banyak kebaikan. Lewat grup virtual yang dibuat di program aplikasichat seperti WhatsApp dan Line, kita bisa berdiskusi dan tetap berhubungan dengan teman-teman dari berbagai ajang sosialisasi.

Bagi orangtua, smartphone juga menyediakan berbagai perangkat yang bisa membantu orangtua menjalankan program pengasuhan. “Beberapa aplikasi dari smartphone bisa mendukung stimulasi perkembangan anak terutama aspek kognitif, seperti pembelajaran huruf dan angka, hapalan surat pendek, video edukatif dari youtube, dan games interaktif,” papar psikolog Trianindari, M.Psi, atau yang biasa disapa Inda.

Beberapa orang bahkan menggunakan smartphone tak hanya untuk menjalankan aplikasi atau game tapi justru membuat game atau program aplikasi. Wahyu Dwiyono (38), misalnya, manajer di sebuah perusahaan telekomunikasi swasta ini memanfaatkan aplikasi pembuat game gratis di Android untuk membuat game bagi anak-anak. Menurutnya, ruang kreativitas untuk membuat game edukatif di segmen anak-anak terbuka luas. “Ruang untuk bikin game edukasi anak lebih luas, seperti belajar membaca, belajar mengaji, dan banyak lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu juga mengungkapkan bahwa prospek ekonomis dari kegiatan ini cukup bagus. “Peminatnya besar. Makin banyak peminat, makin banyak yang meng-install, akhirnya makin banyak menarik iklan. Kalau iklan di game kita diklik, kita dapat uang,” urainya bersemangat.

Pentingnya Pendampingan

Tak hanya itu, agar kegiatan membuat game ini tidak hanya dinikmati sendiri, Wahyu melibatkan anak-anaknya dalam proses pembuatan game. “Saya minta suara salah satu anak saya yang paling kecil untuk saya rekam dan saya masukkan ke game,” cerita Wahyu. “Waktu dia dengar suaranya ada di game, dia senang sekali,” tutur Wahyu.

Cara ini, menurut Inda, adalah salah satu cara yang baik dalam memanfaatkan smartphone dengan satu catatan, “Selama game-nya memang sesuai dengan usia anak-anaknya.” Dengan melibatkan anak dalam proses pembuatan game, selain menguatkan kekompakan, orangtua juga sudah mengajarkan anak untuk bersikap produktif.

Di atas beragam aplikasi dan strategi itu, yang paling penting bagi orangtua adalah terus mendampingi anak saat mereka menggunakan smartphone. “Terutama bila anak masih berusia di bawah 5 tahun,” tegas psikolog di Klinik Kembang Pelangi Swaparinama Bandung ini.

Kalaupun tidak bisa, tambahnya, gunakan aplikasi seperti parental lock yang memungkinkan orangtua mengunci aplikasi atau laman tertentu dan melihat laman apa saja yang pernah dibuka oleh anak. Inda juga menganjurkan agar anak tidak menatap smartphone lebih dari dua jam setiap harinya. “Jika anak berusia di bawah 2 tahun menggunakan smartphone secara berlebihan, maka aspek perkembangannya seperti aspek bahasa dan motorik akan terlambat berkembang,” pungkas ibu dua anak ini.

Berikut ini tip dari Trianindari, M.Psi agar orangtua dapat mengoptimalkan fungsi positif smartphone dalam keluarga.

 1. Orangtua harus membekali diri lebih dahulu tentang perkembangan teknologi saat ini dengan cara mencari informasi mengenai jenis-jenis smartphone, aplikasi yang sesuai untuk anak, jenis-jenis game yang kurang baik, berbau pornografi dan kekerasan.

2. Setelah cukup informasi, pilihlah aplikasi dan jenis video yang memang cocok dengan usia anak lalu simpan dalam smartphone.

3. Berilah jadwal untuk anak menggunakan smartphone.

4. Jika tidak bisa mendampingi, maka izinkan anak bermain smartphone hanya dengan aplikasi yang sudah disimpan orangtua di dalam smartphone. Tidak boleh mengunduh game yang lain.

5. Sebisa mungkin, dampingi anak jika anak mengakses Youtube dan internet.


Penulis: ummi-online
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: ummi-online

TAGS:


comments