Jumat, 24 November 2017

Menumbuhkan Minat Belajar Lewat Pohon Ranting Hias


Rabu, 01 November 2017 | 13:37:39 WIB


/

MINAT belajar dikalangan remaja saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Mulai dari anak-anak sudah terbiasa dengan membaca  status media sosial dari pada membaca buku pelajaran maupun buku pengetahuan. Bagi mereka, status media social lebih penting dari segalanya.

Perpustakaan menjadi sepi, tokoh buku banyak yang gulung tikar dan buku banyak menjadi tumpukan-tumpukan kertas yang tak berarti. Adanya majalah dinding atau biasa disebut mading yang ada di sekolah maupun universitas seolah hanya menjadi pajangan saja. Tak ada sisi menariknya sama sekali bagi siswa atau mahasiswa. Ini menjadi sebuah keprihatinan semua pihak. Perkembangan teknologi membawa dampak buruk bagi kelangsungan minat belajar.

Agar minat belajar kalangan remaja meningkat, diperlukan upaya-upaya yang kreatif dan inovatif. Salah satu upaya tersebut melalui pohon ranting hias. Jika selama ini perpustakaan hanya  kotak kaca biasa akan menjadi menarik jika disajikan dalam bentuk pohon, dimana setiap rantingnya berisikan materi pembelajaran. Langkah pertama adalah mencari dahan pohon yang memiliki banyak ranting, kemudian dihias sedemikian rupa sehingga berwarna warni, bisa juga ditambah dengan berbagai aksesoris. Langkah terakhir  adalah menempelkan kertas-kertas berisi tulisan. Tulisannya bisa apa saja, sepanjang menambah pengetahuan pembaca.

Cobalah terapkan ide unik pohon ranting hias ini di sekolah, universitas, bahkan bisa juga anda terapkan di rumah sehingga anak anda akan menjadi tertarik dan membiasakan diri untuk selalu membaca. Jangan lupa selalu update tulisan dalam pohon ranting hias tersebut agar tidak membosankan.

Segala kegiatan yang tidak dilakukan dengan suatu yang tidak disukai maka  akan mengakibatkan rendahnya kualitas prestasi, dan bisa juga dilihat dari seorang guru apabila dalam mengajar guru tidak menyenangkan maka siswa merasa bosan, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan tersendiri yang dapat menimbulkan motivasi.

Minat belajar merupakan faktor yang sangat penting untuk keberhasilan belajar siswa, apabila minat belajar itu muncul dalam  diri siswa itu sendiri, minsalnya mereka sudah bertekat untuk menjadi orang yang sukses sehingga mereka termotivasi untuk belajar di sekolah, dan dengan senirinya minat belajar itu akan tumbuh dan melekat dalam dirinya. Tidak peduli apakah guru itu mngajar dengan menarik atau tidak tetapi, jika kita memiliki kemauan yang sudah tertanam dalam diri kita untuk belajar menjadi orang yang sukses, maka minat belajar itu akan melekat dalam diri kita.

Selain dari faktor siswa itu ada juga faktor dari luar yaitu cara mengajar guru. Ini biasanya untuk menumbuhkan minat siswa yang tidak aktif, yang tidak memiliki tekad dalam dirinya sendiri untuk menjadi orang yang berhasil atau tidak memiliki motivasi untuk belajar. . Disini peran guru sangat penting, guru dapat memberikan dorongan untuk menumbuhkan minat belajar siswa dengan cara mengajar yang menyenangkan, dan  memberikan motivasi atau dorongan dengan  arahan-arahan motivasi yang dapat menumbuhkan minat belajar pada diri siswa.

Adapun faktor-faktor yang dapat menumbuhkan minat belajar

Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Menurut Tanner and Tanner (1975) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada siswa.

Hal ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa tentang bahan yang akan dismpaikan dengan menghubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan kegunaannya di masa yang akan datang. Dan menrut JT. Loekmono (1985:98), mengemukakan bahwa cara-cara untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa adalah sebagai berikut :

Periksalah kondisi jasmani anak, untuk mengetahui apakah segi ini yang menjadi sebab.

Gunakan metode yang bervariasi dan media pembelajaran yang menarik sehingga dapat merangsang anak untuk belajar
Menolong anak memperoleh kondisi kesehatan mental yang lebih baik.

Cek pada orang atau guru-guru lain , apakah sikap dan tingkah laku tersebut hanya terdapat pada pelajaran saudara atau juga ditunjukkan di kelas lain ketika diajar oleh guru-guru lain. Mungkin lingkungan rumah anak kurang mementingkan sekolah dan belajar. Dalam hal ini orang-orang di rumah perlu diyakinkan akan pentingnya belajar bagi anak.

Cobalah menemukan sesuatu hal yang dapat menarik perhatian anak, atau tergerak minatnya. Apabila minatnya tergerak, maka minat tersebut dapat dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain di sekolah.

(1) Dapat saya simpulkan bahwa minat belajar merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk keberhasilan siswa serta membangun motivasi-motivasi peserta didik terhadap keberhasilan hasil belajarnya. Untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa, terlebih dahulu kita harus memperhatikan apa yang menjadi latar belakang yang menyebabkan berkurang

atau bahkan hilangnya minat belajar. Setelah itu baru kita mengambil langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa tersebut.

Ciri-ciri  pembelajaran penemuan (Discovery ) Adalah :

  1. Mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan
  2. Berpusat pada siswa
  3. Kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru yang sudah ada


Pembelajaran Penemuan berdasarkan contoh serta bukti adalah sebagai berikut :

  • Pemberian rangsangan  pada tahap ini siswa dihadapkan pada kebingungan, dilanjutkan kemudian timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri, Guru memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

  • Pernyataan atau identifikasi masalah. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis

  • Pengumpulan data, guru memberikan kesempatan siswa untuk mengumpulkan informasi

  • Pengolahan data dan informasi yang telah diperoleh siswa baik melalui wawancara, observasi lalu ditafsirkan

  • Pembuktian


Metode Discovery Learning adalah teori belajar yang didefenisikan sebagai proses pembelajaran
Yang terjadi bila belajar tidak disajikan dengan pelajran dalam bentuk finalnya, tetapi di harapkan peserta didik mengorganisasi sendiri.
Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Pada discovery learning masalah yang diperhadapkan kepada pesrta didik.
Sehingga pada pembelajaran  ini, saya  akan memakai model “  Pohon  Ranting Hias  ( PRH)

  Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk merancang  Pohon Ranting Hias (PRH) adalah :

  • Ranting kayu
  • Cat
  • Kardus
  • Kertas
  • Lem
  • Benang
  • Gunting
  • Kuas
  • Dll  apabila ada yang diperlukan

Langkah-langkah pembuatan :

  1. Cat ranting yang telah disiapkan sesuai dengan warna pohon
  2. Bentuk kardus menyerupai daun, pucuk, buah  lalu gunting
  3. Setelah bentuk daun, pucuk, buah sudah siap maka berilah warna
  4. Kemudian tempelkan daun, pucuk, atau buah dengan menggunakan benang
  5. Lalu masukkanlah tema, topik  atau ide pelajaran dibalik  daun, pucuk, buah tadi lalu lapisi kertas dibawahnya agar terlihat rahasia
  6. Setelah semuanya sudah siap maka letakkanlah “ Pohon Ranting Hias PRH)” ke dalam ember atau tempat cat yang berisi batu kerikil


Pohon Ranting Hias ini saya buat untuk pembelajaran kelompok , selain itu dapat juga digunakan di perpustakaan sebagai media Pembelajaran.

Langkah-langkah penerapannya adalah :

  • Guru membagikan materi setiap kelompok
  •  Siswa dibagi  dalam empat kelompok lalu masing-masing kelompok menyiapkan “Pohon Ranting Hias ( PRH}”
  • Siswa memasukkan tema, topic, atau id eke dalam daun ranting, pucuk, dan buah sesuai dengan materi yang sudah dibagikan oleh guru
  • Lalu setiap kelompok bertukaran dengan menunjuk temannya 1 orang untuk membuka kelompok lain pada daun, pucuk dan buah yang mana didalamnya berisi pelajaran yang akan dibicarakan. Setelah itu masing-masing kelompok yang ditunjuk kembali ke tempat duduknya, demikian seterusnya kelompok 1 membuka kelompok 2 lalu kelompok 3 membuka kelompok 4.
  • Setelah itu masing-masing kelompok membuka apa yang didapat dalam daun, pucuk, buah tadi lalu meletakkan diatas meja guru.
  • Lalu kembali dengan kelompok asli menjelaskan materi yang berkaitan dengan kelompoknya sebagaimana materi yang dibuka dari kelompok lain, maka kelompok asli mempresentasikan.
  • Selanjutnya apa yang dibuka oleh kelompok 2 pada kelompok 3 maka kelompok 3 yang menjelaskan atau mempresentasikan demikian juga kelompok 4
  • Masing-masing kelompok menyimpulkan hasil dari materinya

Adapun Kelemahan dan kelebihan model pembelajaran “Pohon Ranting Hias (PRH) “ adalah :
Kelebihan :

  • Siswa dapat belajar dengan aktif karena guru hanya berperan sebagai pembimbing sehingga siswa yang mendominasi dalam aktifitas pembelajaran
  • Setiap kelompok dapat mengidentifikasi permasalahan yang terdapat dalam daun, pucuk dan buah pohon tersebut.
  • Kelompok siswa dapat menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan materinya
  • Dengan menyelesaikan soal (masalah) maka otak siswa akan bekeja lebih baik, sehingga proses belajarpun akan menjadi lebih baik
  • Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antar kelompoj dan interaksi antar siswa untuk membahas materinya yang dihadapi.
  • Selain bisa dipakai dalam proses belajar mengajar juga bisa dipakai di perputakaan

Kelemahan model ini adalah :

  • Memerlukan bimbingan dari guru untuk melakukan kegiatan
  • Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama
  • Guru perlu persiapkan bahan dan alat yang memadai. 

    Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia SMAN 3 Tanjung Jabung Timur

Penulis: Irma, S.Pd
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments