Minggu, 19 November 2017

Permintaan Meningkat, Harga TBS Diprediksi Alami Kenaikan


Sabtu, 04 November 2017 | 10:39:06 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit  di Provinsi Jambi diprediksi mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Kasi Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Rahmad Darmawan menyebutkan, faktor kenaikan ini telah diprediksi dalam sebulan belakangan.

"Memang kenaikannya sedikit, tetapi ini akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2017," ungkapnya, Jumat (3/11). Kenaikan harga TPS kali ini kata Darmawan, juga dipengaruhi meningkatnya permintaan. "Ada pengaruh dari permintaan yang semakin tinggi untuk bahan baku TBS ke pabrik," ungkapnya.

Dijelaskan Darmawan, bahwa harga TBS mengikuti mekanisme pasar dunia, sehingga permintaan yang besar sangat mempengaruhi kenaikan harga TBS. "Harga naik jika sesuai dengan harga minyak sawit di pasar luar negeri yang juga meningkat," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit sekitar 500 ribu hektar di Provinsi Jambi, diharapkan harga TBS bisa terus mengalami kenaikan yang signifikan. Dengan demikian, kesejahteraan petani sawit akan semakin membaik.

"Kita ini menentukan, harga pabrikan biasanya petani plasma atau petani swadaya yang mendekati atau di bawah harga yang ditetapkan. Perusahaan atau pabrik juga diharapkan selalu membeli dengan harga ketetapan yang telah ditentukan dan sejauh ini perusahaan selalu mengikuti ketetapan harga kita," katanya.

Dari hasil rapat penetapan harga sawit di Jambi Dinas Perkebunan Provinsi Jambi yang melibatkan petani, pengusaha perkebunan sawit, asosiasi petani dan instansi terkait, tim perumus sudah menetapkan harga TBS kelapa sawit, CPO dan inti sawit untuk periode 3-9 November 2017. Harga TBS dengan usia tanam 10-20 tahun mencapai Rp 1.967.30, sedangkan untuk usia tanam 21-24 tahun Rp 1.909.82.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments