Sabtu, 16 Desember 2017

PENINGKATAN KUALITAS GURU MELALUI KEGIATAN MGMP DIMANAPUN BERADA


Jumat, 27 Oktober 2017 | 16:22:45 WIB


/

PENDIDIKAN pada umumnya memiliki peran sangat penting dalam pembentukan kepribadian dan kepribadian dan perkembangan intelektual siswa. Pembaruan dan pengembangan pendidikan diupayakan kearah yang lebih menekankan pada kesesuaian antara kebutuhan dengan masyarakat.

Landasan musyawarah guru mata pelajaran tertuang dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 20 ayat (b) mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas kepprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan.

Menurut (soejipto, 2009:36) MGMP merupakan salah satu jenis organisasi guru-guru sekolah yang di akui pemerintah sampai saat ini selain PGRI.

Secara jujur harus diakui keberadaan musyawarah guru mata pelajaran selama ini terkesan mandul, dan belum memiliki peran yang bermakna dalam memlakukan perubahan yang mendasar dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Guru sebenarnya tidak hanya menjadi tenaga pengajar anak didik, akan tetapi mereka juga harus memerankan dirinya sebagai pekrja kultural word claas. Dalam konteks tersebut pendidikan tidak bisa dibatasi fungsinya hanya sebatas pelajaran disekolah. Oleh karena itu perlu adanya penajaman progaram yang praktif agar MGMP benar-benar mampu membantu dalam menguasai kompetensi sesuai standar pendidikan yang disyaratkan dalam NSP.

Keberhasilan MGMP akan sangat dipengaruhi oleh etos kerja anggota dan guru mata pelajaran sejenis dalam membangun semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam sebuah wadah yang memiliki karakter dan jati diri. MGMP biasanya dilakukan satu kali dalam seminggu dalam musyawarah ini akan dibahasa kesulitan tantangan serta hambatan yang terjadi dalam prosses pembelajaran. Dengan musyawarah akan ditemukan solusi dalam memcahkan masalah yang dialami setiap guru.

Kompetensi Guru diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Arti lain dari kompetensi adalah spesifikasi dari pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya di dalam pekerjaan, sesuai dengan standar kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan (Depdiknas, 2004:3).

Berikut definisi MGMP yang tertera dalam pedoman penyelenggaraan MGMP (Depdiknas, 1995) adalah “MGMP adalah forum/wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran sejenis di sanggar yang terdiri dari dua unsur yaitu musyawarah dan guru mata pelajaran. Musyawarah mencerminkan kegiatan dari, oleh, dan untuk guru, sedangkan mata pelajaran adalah guru SMP dan SMA negeri atau swasta yang mengasuh dan bertanggung jawab mengelola mata pelajaran yang ditetapkan di dalam kurikulum”.

MGMP merupakan suatu forum kegiatan profesional guru mata pelajaran sejenis yang berada pada satu sekolah, wilayah, kabupaten/kota dan propinsi. MGMP dapat diikuti oleh semua guru mata pelajaran, baik yang berstatus PNS maupun honorer. MGMP juga merupakan operasi  non strulctural, bersifat mandiri dan berdasarkan kekeluargaan, Indrawati (2007) mengatakan bahwa melalui MGMP guru-guru dalam satu pelajaran dapat mendiskusikan berbagai permasalahan serta alternative pemecahannya yang berkaitan dengan proses pembelajaran maupun tugas pokok guru, seperti merencanakan, melaksanakan dan menilai proses serta hasil belajar sisiwa.

Sebagai salah satu organisasi guru mata pelajaran, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) memiliki banyak peran, salah satunya adalah membantu para guru mata pelajaran untuk mengembangkan diri dan keprofesiannya. Oleh karena itu, perlu terus diupayakan agar peran ini dapat dioptimalkan oleh MGMP melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan secara mandiri dan proaktif.

Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia SMAN 3 Tanjung Jabung Timur


Penulis: Irma, S.Pd
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments