Sabtu, 16 Desember 2017

Calon Pemimpin Berkualitas Bukan Sekedar Popularitas


Senin, 06 November 2017 | 10:31:50 WIB


/

PENGUKURAN keberhasilan calon pemimpin ada dua indikator yang bisa digunakan, yaitu popularitas sang calon dan elektabilitasnya. Popularitas adalah indikator untuk mengukur seberapa jauh kandidat  dikenal  oleh  pemilih, sementara elektabilas adalah indikator yang menunjukkan tingkat keterpilihan kandidat dimata pemilih.

Berbicara tentang pemimpin, tentunya semua masyarakat menginginkan pemimpin yang berkualitas. Dimana pemimpin  tersebut harus benar – benar mementingkan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan. Pemimpin berkualitas bisa merasakan kebathinan rakyatnya , bukan hanya merasa bisa untuk memimpin suatu daerah.

Seperti yang kita ketahui beberapa daerah di Provinsi Jambi akan melakukan kontestasi politik lokal.Kontestasi politik lokal ini merupakan suatu momen penting dan bersejarah bagi daerah yang melakukan kontestasi politik ini.Dimana kontestasi politik lokal ini semua yang ada keinginan untuk memimpin bisa mendaftarkan diri kita dalam pertarungan politik sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan.

Didalam kontestasi politik lokal ini , masyarakat memiliki harapan yang besar terhadap calon pemimpinnya , semua masyarakat berharap akan adanya perubahan dalam segala hal . Dimana dalam kontestasi politik lokal ini masyarakat menginginkan adanya change ( perubahan ), adanya peningkatan dari segala bidang kehidupan.

Momen kontestasi politik lokal diharapkan benar –benar mampu menghasilkan sosok pemimpin yang berkualitas dan bermutu tinggi.Dimana semua itu sejalan dengan dasar Pilkada itu sendiri dalam rangka mengantar pasangan calon pemimpin terbaik sebagai pemenang,bersatu dan berdaulat untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Calon pemimpin yang berkualitas dapat dilihat dari visi dan misi yang disampaikannya ketika calon  melakukan kampanye.Selain dari pada itu kita juga bisa melihat dari latar belakang pendidikan calon pemimpin tersebut.Karena kualitas calon tamatan SMA tidak sama dengan kualitas calon tamatan Sarjana.Masyarakat yang sudah memiliki hak pilih harus bijak dalam menentukan pilihan.Masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa pemimpin yang dipilih akan menentukan nasib rakyat selama lima tahun kedepan.

Harapan rakyat seharusnya menjadi alasan utama para calon pemimpin untuk maju dalam Pilkada sehingga semua harapan rakyat tersebut lebih mudah untuk terealisasi kedepannya setelah calon pemimpin tersebut menduduki kursi kekuasaan.Namun lain halnya yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari para pemimpin lebih banyak mencari ketenaran dan menimbun kekayaan pribadi.

Tutur kata yang santun, sikap yang ramah serta pemberian bantuan kurang mampu seperti sembako menjadi senjata utama untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat ditengah ketatnya persaingan perebutan kekuasaan yang sedang berlangsung. Namun disinilah masyarakat dituntut bersikap lebih bijak untuk melihat kebaikan yang sedang di lakukan si calon pemimpin apakah itu sebagai kebaikan yang menginginkan balas budi atau memang calon pemimpin tersebut benar-benar peduli terhadap nasib rakyat.

Akibat dari sifat dasar pemimpin yang hanya ingin mencari popularitas masyarakat menjadi kena imbasnya,semua keinginan dan harapan masyarakat terkubur dan hanya penderitaan yang muncul, dengan adanya penderitaan maka disanalah rakyat mulai ingin bertindak dan berkeinginan untuk menuntut haknya,bahkan tak jarang masyarakat melakukan tindakan protes terhadap pemimpin.

Dalam menuntut haknya tak jarang masyarakat melakukan aksi demonstrasi.Dimana kita ketahui bersama demonstrasi adalah hal yang wajar dilakukan di Negara kita yang menganut sistem demokrasi yang begitu membebaskan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung apabila kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan yang dicita-citakan masyarakat,namun pada umumnya demontrasi yang terjadi adalah demonstrasi yang tidak sehat sehingga menimbulkan masalah baru.

Calon pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu bersaing secara sehat untuk mencapai suatu tujuan dengan cara menggunakan strategi yang bersih tanpa melanggar undang-undang yang telah ditetapkan pada tata cara Pilkada. Sehingga akan memunculkan pemimpin yang beretika yang mampu melanjutkan harapan serta menyejahterakan masyarakatnya.

Penulis adalah mahasiswa Ilmu politik Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu politik Universitas jambi


Penulis: Rio Natal Aritonang
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments