Rabu, 22 November 2017

Persaingan Mudik-Hilir di Kerinci Ketat, Pengamat: Dari Tengah Bisa Jadi Kuda Hitam


Minggu, 12 November 2017 | 22:54:54 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KERINCI - Tensi politik dalam suasana Pilkada Kerinci terus menghangat. Belakangan banyak figur yang terus bermunculan dan saling klaim mendapat dukungan partai politik.
 
Di sisi lain tiap kandidat juga pede bakal mendapat dukungan dari daerah basisnya masing-masing. Seperti diketahui, secara geopolitik, peta di Pilkada Kerinci terbagi dalam tiga zona. Zona yang dimaksud adalah mudik, tengah, dan hilir.
 
Yang terjadi kian hari adalah begitu sengit dan kentaranya saling klaim di antara kandidat. Rata-rata dari mereka sangat yakin bakal mendapat dukungan dukungan mayoritas dari satu diantara tiga zona tersebut.
 
Ada dorongan agar suara Kerinci bagian hilir bersatu dan mengusung satu calon saja. Meskipun ada sejumlah calon memastikan bakal maju, seperti Zainal Abidin, Tafyani Kasim, Subur Budiman, dan beberapa nama lain.
 
Lalu suara dari kawasan Kerinci bagian mudik juga tak jauh berbeda. Banyak calon sangat yakin bakal mendapat dukungan partai. Selain ada nama petahana Adirozal, juga ada nama Monadi Murasman, Fadli Sudria, dan juga ada sejumlah nama lain.
 
Bagaimana suara Kerinci bagian tengah? Dari pantauan di lapangan, nyaris tidak banyak diperhitungkan oleh tokoh mudik dan hilir. Sejauh ini yang sering disebut-sebut baru nama Ami Taher. Namun belakangan dia tidak lagi diwacanakan sebagai calon bupati, tapi calon wakil bupati.
 
Bagaimana pengamat politik melihat hal ini? Navarin Karim, dosen Fisipol Unja, mengatakan bahwa suara dari wilayah tengah niscaya bakal menjadi rebutan kandidat, baik dari hilir dan mudik. Ini karena kedua wilayah tersebut mempunyai kandidat yang sama-sama maju sebagai Cabup.

"Sebagai pendulang suara bukan hanya nomor satu saja, tapi nomor dua pun juga. Dalam hal ini kandidat wilayah tengah bakal disiapkan sebagi nomor dua. Kedua kandidat bakal berebut suara tengah," katanya.

Malahan, bukan tidak mungkin, kata dia, kandidat dari wilayah tengah juga bisa menjadi kuda hitam di Pilkada Kerinci, karena kandidat ini tidak diperhitungkan dalam bursa cabup.


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments