Sabtu, 16 Desember 2017

Ini Pengakuan Terdakwa Korupsi Mark Up Gaji Pegawai


Rabu, 22 November 2017 | 16:50:34 WIB


Mulyadi menjalani persidangan di PN Tipikor Jambi
Mulyadi menjalani persidangan di PN Tipikor Jambi / Sahrial

JAMBI - Mulyadi, staf bendahara pengeluaran yang terjerat kasus dugaan korupsi di gaji golongan III di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jambi,  menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa.

Banyak pertanyaan yang muncul terkait kasus ini, bagaimana bisa seorang pegawai golongan III bisa melakukan korupsi uang miliaran rupiah dengan cara memanipulasi gaji pegawai selama 3 tahun tanpa terdeteksi.

Menurut pengakuan terdakwa, perbuatan itu dilakukannya sendirian tanpa melibatkan orang lain. Perbuatan itu dilakukannya dengan cara merubah nilai gaji pegawai golongan III dengan menggunakan program exel. "Gaji dirubah, saya naikan," ungkapnya.

Soal adanya pegawai fiktif ditambahkannya, sesuai yang didakwakan oleh jaksa, Mulyadi mengaku tidak pernah melakukan itu. Dia hanya menaikkan gaji sesuka hatinya saja. "Itu tidak ada yang mulia, saya hanya merubah gaji," tegasnya.

Dari perbuatannya itu, Mulyadi mendapatkan uang berkisar 80 hingga 100 juta perbulan, itu terjadi mulai awal tahun 2013 sampai April 2016. "Kemana uang banyak itu," tanya Khairulludin, hakim ketua.

Uang itu menurut terdakwa dipinjamkam kepada 13 orang pegawai di Pemprov. Antara lain ada nama Yuliana, Nurhayati, Arif Prihartini, Hasan Bastari, dan almarhum Taufik yang pernah menjabat sebagai kepala biro di Setda Provinsi Jambi. "Tapi banyak tidak dibayar," sebutnya dalam persidangan.

 


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments