Sabtu, 16 Desember 2017

Kenapa Android Harus Di-root? Ini 8 Alasannya!


Selasa, 21 November 2017 | 11:48:10 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

ANDROID yang dikembangkan oleh Google merupakan sistem operasi Open Source. Dengan begitu, kamu bisa leluasa menginstal beragam aplikasi dari berbagai sumber, atau bahkan membuat aplikasi sendiri untuk Android milikmu. Bukan hanya itu saja, kamu bahkan bisa mendapatkan hak istimewa masuk ke sistem smartphone Android kamu dengan melakukan root.

Di JalanTikus, kamu bisa menemukan berbagai artikel tentang cara root smartphone Android. Nah, kali ini Jaka akan jelaskan kenapa kita butuh melakukan root Android?

Alasan Kenapa Harus Root Android

Vendor pada dasarnya mengunci bootloader smartphone Android besutannya dengan tujuan untuk mencegah kita masuk terlalu dalam ke sistemnya. Hal ini demi melindungi agar smartphone yang kita gunakan tidak mengalami kerusakan sistem karena tindakan ceroboh. Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa dengan melakukan root Android maka kita bisa melakukan berbagai hal untuk memaksimalkan fungsi Android.

1. Hapus Aplikasi Bawaan

Aplikasi bawaan atau dikenal juga sebagai bloatware adalah aplikasi bawaan sistem yang disematkan vendor pada smartphone Android kita. Dampaknya, tentu smartphone kita jadi memiliki jatah ruang penyimpanan yang lebih sempit dari semestinya. Nah, dengan melakukan root Android, maka kamu bisa menghapus bloatware ini dengan mudah. Jadi memori Android kamu pun lebih lega.


2. Backup dan Restore Semua Aplikasi

Salah satu cara untuk menjaga performa Android adalah dengan rutin melakukan Factory Reset. Nah, bakal repot kalo setiap habis Factory Reset harus instal ulang semua aplikasi, makanya mending backup pake Titanium Backup. Untuk melakukan backup dan restore semua aplikasi Android kamu dengan Titanium Backup kamu harus memiliki akses root, makanya penting sekali root Android itu agar mudah melakukan backup dan restore. Bukan cuma aplikasi yang terinstal, kamu bisa backup log panggilan, WiFi, dan semua sistem data di Android kamu.

3. Pasang Custom Recovery

Semua smartphone Android pasti dibekali Recovery Mode yang akan memudahkan kamu untuk melakukan berbagai perintah khusus pada sistem Android kamu. Namun Recovery Mode bawaan sistem sangat terbatas, makanya kamu sebaiknya menggunakan Custom Recovery.

Lewat Custom Recovery kamu jadi bisa dengan mudah memasang aplikasi sistem, melakukan perubahan sistem dan lain sebagainya. Banyak Custom Recovery yang mungkin sudah sering kamu dengar, seperti TWRP, Phillz Recovery, CWM, dan lainnya. Dan kamu butuh akses root untuk memasang custom recovery di Android kamu.

4. Custom ROM

Bosan dengan Android kamu yang lama karena tampilannya gitu-gitu aja dan udah gak dapat dukungan update sistem operasi terbaru lagi? Kamu bisa gunakan Custom ROM untuk merasakan pengalaman menggunakan ROM smartphone lain di Android kamu.

Dengan Custom ROM, kamu bukan hanya akan mendapatkan tampilan baru, tapi juga bisa menggunakan sistem operasi terbaru (sesuai ROM), hingga fitur sistem yang dibawa oleh Custom ROM yang kamu gunakan. Untuk bisa menggunakan Custom ROM, Android kamu harus sudah root dan terpasang Custom Recovery.

5. Kontrol Kernel dan CPU

Dengan melakukan root pada Android kamu, nantinya kamu jadi bisa melakukan overclok CPU smartphone kamu. Overclock artinya memaksa prosesor untuk beraktivitas di atas kemampuannya, berjalan lebih cepat daripada spesifikasi default yang dibekalkan oleh vendor. Apa keuntungan overclock CPU? Yang pasti Android kamu jadi lebih cepat performanya. Bahkan dengan mengontrol Kernel, kamu bisa membuat smartphone Android kamu lebih hemat baterai dan RAM.

6. Menghindari Wakelock

Wakelock adalah keadaan dimana sistem terbangun oleh aplikasi-aplikasi yang terus menerus berjalan di background. Beberapa aplikasi bawaan sistem selalu menyebabkan kondisi ini. Dampaknya, Android kamu jadi boros baterai dan RAM karena adanya aplikasi yang menggunakan resource smartphone kamu walaupun sedang tidak digunakan. Alasan kenapa Android harus di-root adalah untuk menghindari hal seperti ini, yakni dengan menggunakan aplikasi seperti Greenify yang akan membuat aplikasi masuk ke mode hibernasi saat tidak digunakan.

Untuk mengetahui aplikasi apa saja yang menyebabkan Wakelock, kamu bisa menggunakan aplikasi Wakelock Detector.

7. Mengedit Build.prof

Salah satu cara untuk memaksimalkan kinerja smartphone android Android kamu adalah dengan cara mengedit file build.prop yg terletak di /system/build.prop. Direktori ini hanya bisa diakses dengan menggunanakan file manager yang dilengkapi kemampuan untuk mengakses direktori root, seperti Root Explorer. Di build.prof, kamu bisa mengubah tampilan About, melakukan tweak baterai, memori, dan lainnya lagi untuk memaksimalkan kinerja Android kamu.

8. Menghemat Tombol Power

Dengan melakukan root Android, kamu bisa menghemat tombol Power Android menggunakan aplikasi Quick Reboot. Kenapa tombol Power Android harus dihemat? Soalnya selain untuk menyalakan dan mematikan smartphone, tombol Power Android memiliki banyak fungsi lain.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: jalantikus.com

TAGS:


comments