Sabtu, 24 Februari 2018

Berikan PR, Cara SD 150 Motivasi Siswa Agar Semangat Belajar


Sabtu, 20 Januari 2018 | 10:54:45 WIB


Kepala SD Negeri 150, Yuslinar
Kepala SD Negeri 150, Yuslinar / Jainal Abidin

JAMBI - Banyak cara yang dilakukan sekolah untuk menumbuhkan minat belajar siswa-siswinya agar prestasi kian meningkat. Baik prestasi akademik maupun prestasi nonakademik, seperti memberikan pekerjaan rumah (PR) yang dilakukan SD Negeri 150 Kota Jambi.|

Kepala SD Negeri 150, Yuslinar mengatakan, PR diberikan melalui guru kelas setiap mata pelajaran yang telah disampaikan. Upaya ini dilakukan, agar siswa tidak menyia-nyiakan waktu luang di rumah untuk bermain atau kegiatan negatif lainnya yang tidak bermanfaat. "Kalau ada PR, waktu luangnya bisa digunakan mengerjakan tugas," ujarnya, Kamis (18/1) lalu.

Menurutnya, PR yang diberikan harus diketahui dan ditandatangani orangtua di rumah, agar orangtua siswa dapat memantau perkembangan belajar anak setiap hari. "Jadi ketahuan mana siswa yang pemalas tidak mengerjakan PR sama dengan siswa yang rajin," tegasnya.

Yuslinar mengatakan, bagi siswa yang tidak mengerjakan PR, sekolah akan memanggil orangtuanya untuk ditanyakan alasan anaknya tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru di rumah dan mencari penyelesaian permasalahan ini.

"Ini merupakan salah satu bentuk koordinasi sekolah dan orangtua. Jadi, orangtua dilibatkan dalam program yang ada di sekolah," sebutnya.
Di samping PR, sekolah yang berada di kawasan 16 ini juga memberikan tugas harian di sekolah setiap selesai sub pembahasan mata pelajaran yang telah disampaikan guru bidang studi. "Supaya siswa mengingat kembali pelajaran yang sudah dibahas," katanya.

Selain itu, setiap pelaksanaan upacara bendera hari Senin pagi, siswa selalu diberikan motivasi dengan pesan untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi di sekolah maupun di rumah.

Guru sebagai tenaga pengajar di kelas juga harus kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pelajaran, buat suasana belajar nyaman dan menyenangkan, agar ketika siswa menerima materi pelajaran tidak bosan dan jenuh. "Kalau siswa bosan, mereka tidak fokus lagi mendengarkan apa yang dijelaskan guru dihadapannya," ungkapnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments