Senin, 18 Desember 2017

Antisipasi HIV/AIDS, Pelajar SMP 16 Kota Jambi Diberi Penyuluhan


Senin, 04 Desember 2017 | 21:41:30 WIB


Pelajar SMP 16 Kota Jambi saat mengikuti penyuluhan bahaya HIV/AIDS dari Duta Muda Asian Indonesia Jambi 2017, Titin Sri Utami
Pelajar SMP 16 Kota Jambi saat mengikuti penyuluhan bahaya HIV/AIDS dari Duta Muda Asian Indonesia Jambi 2017, Titin Sri Utami / Jay

JAMBI - Pelajar SMP Negeri 16 Kota Jambi, Sabtu (2/12) lalu diberikan penyuluhan oleh Duta Muda Asian Jambi 2017 dan Asian Medical Student Association (Amsa) Unja. Para pelajar ini mendapat penyuluhan mengantisipasi penyebaran penyakit Human Immunodefiency Virus (HIV) AIDS di kalangan pelajar.

Duta Muda Asian Indonesia Jambi 2017, Titin Sri Utami mengatakan, kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian kegiatan memperingati hari HIV/AIDS sedunia, pada 1 Desember lalu. Pada peringatan ini, pihaknya melakukan sosialisasi di kalangan pelajar dan sasarannya kali ini adalah, pelajar SMP Negeri 16 Kota Jambi.

Dia mengatakan, sosialisasi ini untuk mengantisipasi maraknya penyakit yang membahayakan. Apalagi jumlah korbannya terus bertambah. "Terutama korban di kalangan anak muda dan pelajar," ujar Titin.

Pihaknya juga mengmbau pelajar atau masyarakat untuk tidak menjauhi dan mengucilkan penderita HIV/AIDS, agar tidak terjadi diskriminasi lingkungan sosial. "Cukup penyakitnya yang dijauhi, jangan penderitanya," ungkapnya.

Melalui program penyuluhan ini, pihaknya mengaharapkan penderita HIV/AIDS kian berkurang, sesuai program Asian Triple Zero. "Yakni 0 penderita, 0 kematian dan 0 pengucilan," terangnya.

Terpisah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMP Negeri 16, Maida Aniswaty menyebutkan, kegiatan sosialisasi ini merupakan pendidikan bagi siswa agar mengetahui dan memahami penyakit HIV/AIDS.

"Kalau tidak diberi pendidikan siswa bisa terpengaruh. Terutama kenakalan remaja, seks bebas dan pengaruh narkoba, itu semua bisa jadi pemicu HIV/AIDS," katanya.

Dijelaskannya, sosialisasi ini mendapat respon yang baik dari siswa. Terbukti para siswa antusian mengikuti penyuluhan ini dan rasa ingin tahu tentang penyakit ini tinggi. "Apalagi pematerinya menyampaikan materi dengan cara unik, ada kuis, interaktif dan doorprize," paparnya.

Maida berharap, ke depan kegiatan ini terus dilakukan di lingkungan sekolah, sehingga siswa terus diingatkan dan semakin memahami penyakit tersebut. "Kita juga akan ingatkan siswa setiap minggunya, setelah kegiatan Yasinan setiap Jumat pagi," pungkasnya.


Penulis: Jay
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments