Senin, 18 Desember 2017

Ketimpangan Antara Janji dan Kenyataan


Selasa, 05 Desember 2017 | 10:33:59 WIB


/

MANUSIA adalah mahluk ciptaan yang paling mulia dimuka bumi ini. Manusia diciptakan berbeda dengan mahluk lainnya yang dapat hidup tumbuh berkembang namun tidak dapat berpikir.   

Manusia diberi pemikiran agar dapat melangsungkan hidupnya dengan cara berpikir yang baik sesuai dengan tuntan pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Pemikiran manusia hendaknya digunakan untuk kepentingan yang baik tanpa harus bersinggungan atau melanggar hak orang lain. Pemikiran yang rasional hendaknya dapat membangun kehidupan ke arah yang lebih baik agar kiranya dapat memajukan suatu bangsa.

Setiap tindakan yang dilakukan manusia pada awalnya berasal dari sebuah pola pikir yang kemudian diwujudnyatakan menjadi suatu tingkah laku.

Namun akhir–akhir ini banyak sekali kejadian yang sangat disayangkan atas ketimpangan yang terjadi yang diakibatkan oleh ketidaksesuaian antara pola pikir dengan tindakan.

Dalam menyambut pesta rakyat atau pesta demokrasi kita telah sering menjumpai kampanye yang dilakukan oleh Pasangan Calon (Paslon) atau kandidat untuk memperkenalkan dirinya serta menarik simpati rakyat dengan harapan dirinya dipilih dalam pemilu pada saat hari H dilaksanakan.

Dalam kampanye yang terjadi Paslon tentunya menyampaikan visi dan misi yang menjadi alasan mereka untuk memimpin serta menjadi program yang harus mereka capai dalam lima tahun ke depan apabila mereka terpilih.

Visi misi yang tertulis tersebut merupakan sebuah ide atau pemikiran yang muncul dari paslon tersebut yang dimana diyakini para Paslon yang terpilih dapat memberikan perubahan serta dampak positif bagi pasangan mereka demi mendapatkan target ataupun kemenangan.

Pola pikir yang muncul dengan adanya sebuah visi dan misi menjadikan ketertarikan pemilu atau masyarakat untuk memilih siapa calon yang cocok untuk dipilih dalam peta rakyat yang akan datang.

Dalam hal ini masyarakat secara umum hendaknya bijak serta mengenal lebih jauh bagaimana dan seperti apa karakter serta latar belakang dari si Paslon yang hendak dijadikan sebagai pemimpin apabila ia berhasil memperoleh suara terbanyak.

Suara terbanyak yang diperoleh oleh Paslon akan menjadikan dirinya sebagi pemenang yang sah atas pemilu yang telah dilakukan sebelumnya, dalam kemenangan yang diperolehnya.

Tentunya tidak lepas dari pola piker dari paslon tersebut atas visi dan misi yang telah disampaikannya pada saat kampanye jauh tempo hari sebelum pemilu hari H dilaksanakan.

Kemenangan yang diperoleh oleh paslon membuatnya memperoleh kedudukan, kekuasaan, serta wewenang tergantung di tingkat mana dia memenangkan Pemilu.

Kedudukan, kekuasaan serta wewenang sering sekali membuat para pemimpin melupakan visi dan misi yang telah mereka janjikan kepada masyarakat. Mereka lebih memilih hidup mewah dibandingkan memperjuangkan nasib rakyat miskin.

Dengan adanya suatu pola pokir yang cerdas dari sebuah Paslon yang kemudian disebut sebagai pemimpin masyarakat berharap besar kepada pemimpin tersebut agar kiranya pemimpin yang baru dapat mengubah nasib rakyat ke arah yang lebih baik dengan berpedoman kepada visi dan misi dari pemimpin tersebut.

Namun nampaknya pola pikir yang menghasilkan visi dan misi tersebut hanya sebuah sandiwara yang dipasang oleh paslon ketika mereka ingin mendapatkan tujuan mereka.

Pola pikir yang cerdas yang tercermin dari visi dan misi pemimpin tidak berguna bagi masyarakat luas, namun hanya berfungsi untuk menghantarkan dirinya mencapai kekuasaan semata tanpa melaksanakan visi dan misi tersebut yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

Dengan adanya pola pikir yang baik tentunya akan menghasilkan perubahan yang berdampak ke arah yang lebih maju. Namun kenyataannya anugerah yang diberikan kepada manusia tersebut tidak lagi tepat sesuai dengan fungsi awalnya.

Pola pikir yang dimilki manusia tersebut terkadang membuat dirinya lebih mementingkan dirinya dari pada kepentingan umum sehingga membuat janji–janji yang disampaikan sebelumnya disampaikan tidak terlaksana susai dengan yang diharapkan pada kenyataan.

Harapannya semoga kelebihan yang dimilki para pejabat terkhusus para pemimpin negeri ini setelah mendapatkan kursi kekuasaannya hendaknya mengingat kembali janji–janji yang pernah mereka sampaikan karena pada dasarnya masyarakat memilih berdasarkan janji dan oleh janji itu mereka berharap yang terbaik buat masa depan dari negeri ini.

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi


Penulis: Rio Natal Aritonang
Editor:


TAGS:


comments