Sabtu, 16 Desember 2017

Pilkada Kerinci Rawan, Masuk 10 Besar Nasional


Rabu, 06 Desember 2017 | 13:37:51 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Menempati posisi ke-9 secara nasional, Bawaslu RI menyatakan, Kabupaten Kerinci menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan yang tinggi pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018 mendatang.

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi mengatakan, belum lama ini Bawaslu RI telah merilis Indeks Kerawanan Pemilukada 2018. Hasilnya, dari tiga dimensi yang di ukur yaitu partisipasi, kontestasi dan penyelenggaraan Kabupaten Kerinci ditempatkan sebagai daerah dengan tingkat kerawanan yang tinggi.

Kerinci menempati urutan ke 9 secara nasional dengan skor 3,71 dari 171 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada 2018 mendatang. “Adapun dua daerah lainnya yakni Merangin ada di urutan 65, sementara Kota Jambi ada di urutan ke 89 dengan skor 1,83,” kata Asnawi, Selasa (5/12/2017).

Ia melanjutkan, data-data ini selayaknya di jadikan bahan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan, untuk dicarikan cara mengantisipasinya agar pada pelaksanaan nantinya semua kerawanan itu tidak terbukti.

“Data-data ini sudah seharusnya di jadikan bahan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan, untuk di cari cara mengantisipasinya, agar pada saat pelaksanaan Pilkada nantinya semua kerawanan itu tidak terbukti,” ujarnya.

Terpisah, anggota Panwaslu Kota Jambi, Ibnu Arafah mengatakan, potensi kerawanan yang ada di Kota Jambi ada dalam dimensi kampanye dan partisipasi pemilih.

“Potensi kerawanan yang ada di kota jambi ada dalam dimensi kampanye dan partisipasi pemilih, tentunya ini akan menjadi perhatian serius kita,” katanya.

Ditambahkannya, hal-hal ini tentunya akan di sikapi dengan cara meningkatkan pencegahan yang melibatkan jajaran Panwascam yang ada di tingkat kecamatan.

“Kita akan libatkan Panwascam yang ada di tingkat kecamatan untuk menyikapi ini, selain itu tentunya dengan juga melibatkan elemen masyarakat agar berpartisipasi aktif mengawal pelaksanaan Pilwako 2018 mendatang,” tandas Ibnu.


Penulis: Khusnizar
Editor: Khusnizar


TAGS:


comments