Senin, 18 Desember 2017

Petrochina Berikan Pelatihan Pasca Panen Bagi Petani Kopi Liberika


Kamis, 07 Desember 2017 | 14:59:36 WIB


Petrochina Internasional Ltd mengadakan kegiatan pelatihan pasca panen kopi bagi para petani kopi liberika di Desa Mekar Jaya. (07/12)
Petrochina Internasional Ltd mengadakan kegiatan pelatihan pasca panen kopi bagi para petani kopi liberika di Desa Mekar Jaya. (07/12) / Muammar Solihin

KUALATUNGKAL- Setelah meresmikan gerai UMKM di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, beberapa waktu lalu, Petrochina Internasional Ltd Rabu (07/12) kembali mengadakan kegiatan pelatihan pasca panen kopi bagi para petani kopi liberika di Desa Mekar Jaya.

Kegiatan yang juga dilangsungkan  di gerai UMKM Desa Mekar Jaya ini diikuti oleh 10 kelompok tani kopi. Sementara untuk narasumber yang dihadirkan langsung dari ahli kopi yakni komunitas satu atap coffee lab dari Bandung.

Yulian selaku Comunitty Development Petrochina mengatakan, kegiatan pelatihan pasca panen ini merupakan salah satu program pemberdayaan kepada masyarakat di sekitar areal operasi perusahaan khususnya para petani kopi.

" Pelatihan pasca panen ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi para petani kopi dalam meningkatkan hasil panen para petani, dan sengaja kita datangkan para ahli kopi dari Yogyakarta, jepara dan bandung yang tergabung dalam satu komunitas satu atap coffee lab," ujarnya.

Ia menyebut kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan berkelanjutan dari kegiatan pelatihan UMKM sebelumnya yang dilaksanakan Petrochina.

" Potensi tanaman kopi ini cukup besar di kecamatan betara khususnya mekar jaya yang mencapai 800 hektar, kita ingin melalui program program yang kita laksanakan bisa meningkatkan taraf hidup petani kopi," jelasnya.

Sementara itu Hariadi salah satu petani kopi mengatakan di Desa Mekar Jaya ada 16 kelompok tani kopi. Masing-masing kelompok berjumlah 30 orang petani.

" Dalam kegiatan pelatihan ini kita diajarkan berbagai macam bidang oleh narasumber mulai dari perkebunan hingga pangsa pasar, salah satunya seperti pembuatan lantai jemur kopi yang baik," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa sebelum para petani diberdayakan oleh Petrochina, petani kopi hanya mengandalkan tengkulak dalam menjual hasil panen mereka.

"Kita merasa termainkan oleh tengkulak, sekarang kita akan terobos pangsa pasar lokal melalui ilmu yang didapat dari pelatihan dan otomatis harga juga akan stabil," ujarnya.

Mengenai harga kopi saat ini biji kopi bersih dari petani dijual Rp 40.000 ribu perkilo, para petani berharap ke depan pihak Petrochina selalu memberikan pendampingan kepada para petani kopi yang ada di Kecamatan Betara khususnya Desa Mekar Jaya agar ke depan semakin bisa meningkatkan taraf hidup.

" Selain itu kita kedepan juga mengharapkan bantuan bibit kopi bagi para petani yang ada disini," ujarnya.


Penulis: Muammar Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments