Rabu, 18 Juli 2018

Panwaslu Kota Jambi Pertanyakan Hasil Coklit


Kamis, 22 Maret 2018 | 11:21:21 WIB


Pimpinan Panwaslu Kota Jambi, Fachrul Rozi
Pimpinan Panwaslu Kota Jambi, Fachrul Rozi / dok/metrojambi

JAMBI - Panwaslu Kota Jambi akan melakukan uji petik pemutakhiran data pemilih. Ini terkait dengan keputusan KPU Kota Jambi yang mencoret 84 ribu lebih pemilih.

Pimpinan Panwaslu Kota Jambi, Fachrul Rozi, mengatakan, berdasarkan data yang disampaikan, pihaknya tidak mempercayai sepenuhnya. Terutama untuk data yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Kami pertanyakan masalah TMS itu hingga sampai sebanyak itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan mengecek keabsahan data tersebut apakah memang benar seperti itu. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan uji petik terhadap hasil yang sudah disampaikan.

“Tentunya ini berdasarkan dengan fakta di lapangan dan juga akan dilakukan bersama KPU,” ujar pria yang akrab disapa Paul ini.

Paul menyatakan, apabila nanti pada saat turun tersebut pihaknya mendapatkan temuan dan itu tidak sesuai dengan data yang saat ini disampaikan, maka pihaknya akan mengeluarkan produk hukum.

”Tentunya dengan memberikan rekomendasi kepada KPU. Agar pada penetapan DPT pada 19 April nanti data tersebut berkualitas dan valid,” ujar Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia ini.

“Semuanya akan kami uji petik yang masuk ke dalam data TMS tersebut,” sambungnya.

Pihaknya ingin mengetahui apakah kasus TMS ini memang benar terjadi. Jangan sampai ada kejadian, warga tersebut masih berada di Kota Jambi namun tidak bisa ditemui pada saat coklit karena pekerjaan atau apapun yang membuat tidak berada di rumah.

“Kami sudah surati KPU dan sudah mendapatkan data untuk melakukan uji petik nanti,” bebernya.

Paul menambahkan, jika memang terjadi, maka bisa diindikasikan pekerjaan sebelumnya tidak dilakukan secara profesional. “Makanya dengan proses uji petik kami pastikan kebenarannya, bukan berarti pekerjaan sebelumnya tidak dilakukan secara profesional,” imbuhnya.


Penulis: Muhammad Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments