Minggu, 21 Januari 2018

Awal Tahun Harga Emas Naik


Jumat, 05 Januari 2018 | 11:03:08 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Minggu pertama tahun 2018, harga emas terus merangkak naik. Dibandingkan akhir 2017, harga emas mengalami kenaikan sekitar 13%.
Kenaikan ini, terjadi dampak dari dari ketegangan geopolitik yang terus meningkat, serta melemahnya dolar.

Emas menguat bertepatan dengan ketegangan seputar Korea Utara, skandal Rusia menyangkut kampanye pemilihan Presiden AS dan kondisi inflasi AS yang masih terus rendah.

Kenaikan harga emas juga terjadi ketika investor dan konsumen semakin kuatir terhadap inflasi. Emas tentu saja menjadi alat lindung nilai klasik terhadap inflasi.

Pelemahan dolar dapat mendukung harga emas dalam waktu dekat. Mata uang AS tergelincir ke level terendah empat bulan terhadap euro pada hari Selasa, karena optimisme mengenai gambaran ekonomi yang cerah di zona Eropa.

Ekonomi global nampaknya mulai meningkat setelah pemulihan bergerak lambat. Di Amerika Serikat, pertumbuhan PDB naik, kepercayaan konsumen berada pada titik tertinggi dan tingkat pengangguran berada pada rekor terendah.

Trend kenaikan harga emas di awal tahun nampaknya cukup signifikan mencapai puluhan ribu dalam perharinya. Seperti harga emas Antam, di akhir tahun seharga Rp 620 ribu pergram menjadi Rp 640 ribu pergram.

Kemudian, logam mulia seharga Rp 3.700.000 menjadi Rp 3.785.000 persuku, emas murni seharga Rp 3.550.000 menjadi Rp 3.635.000 persuku. Lalu, emas perhiasan 70 persen pergram seharga dari Rp 370 ribu menjadi Rp 380 ribu dan 75 persen pergram seharga dari Rp 430 ribu menjadi Rp 440 ribu.
Naiknya harga emas tersebut, tidak menutup kemungkinan menjadikan penjualan emas sepi, dikarenakan ekonomi Jambi yang semakin membaik di awal tahun 2018 ini.

Hal tersebut disampaikan Andra, owner Toko Mas Sumatra di kawasan pasar istana anak-anak, Jalan Dr Wahidin no 49 A. Ia mengatakan, hasil perkebunan seperti karet dan sawit yang membaik di awal tahun tidak mempengaruhi harga emas yang bergejolak tinggi. ”Penjualan kita masih stabil dan justru meningkat hingga 30 persen,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Toko Mas Asia yang beralamat di Jalan Doktor Wahidin no 73, Kecamatan Pasar Jambi. Karyawan Toko Mas Asia, Aji mengatakan, awal tahun ini tempatnya juga mengalami peningkatan penjualan sekitar 20 persen, meskipun harga emas sedang tinggi. ”Penjualan emas kita lagi bagus meskipun harga emas cukup tinggi, karena pengusaha kebun sedang banyak yang panen,” sebutnya. Ia berharap dengan membaiknya ekonomi Jambi meskipun harga meningkat, masyarakat dapat lebih mudah untuk berinvestasi emas. ”Semoga dengan ekonomi Jambi yang membaik, masyarakat semakin mudah membeli emas,” katanya.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments