Senin, 23 Juli 2018

Catat! Ini Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jambi


Selasa, 09 Januari 2018 | 08:48:53 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Rencana Pemerintah Provinsi Jambi melakukan pengampunan pajak atau yang lebih sering disebut pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) akan segera dilakukan. Dijadwalkan Rabu, 10 Januari besok pemutihan ini sudah mulai dilaksanakan.

Pemutihan yang dilakukan kali ini sifatnya beda dengan pemutihan sebelumnya. Jika sebelumnya yang dihapus hanya denda saja, namun kali ini pokok dan dendanya juga ikut dihapuskan, tapi tidak full.

Agus Pringadi, Kepala Bakeuda Provinsi Jambi saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Ia menyebut, pihaknya akan mencoba dahulu aplikasi sebelum dilakukan pemutihan pajak.

"Jika aplikasi berhasil, maka pemutihan akan kami laksanakan tepat waktu yakni pada tanggal 10 Januari hingga 30 Juni 2018 mendatang," ujar Agus, Senin (8/1/2018) 

Lebih lanjut Agus menjelaskan, mekanisme pemutihan pajak tahap 2 ini yaitu berkas masuk terakhir untuk pemutihan pada pukul 11.00 WIB tanggal 30 Juni 2018. Nantinya Samsat Kota Jambi akan menyiapkan 1 antrean khusus untuk pengurusan cetak STNK dan TNKB bagi wajib pajak yang sudah membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama (BBN) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) di samsat pembantu.

"Untuk alat berat tidak masuk objek dalam pemutihan. Pembebasan PKB ini hanya untuk tunggakan di atas 2 tahun, sehingga yang dibayarkan hanya tunggakan 1 tahun terakhir dan 1 tahun berjalan, lalu pembebasan BBN-2 untuk semua jenis kendaraan bermotor," beber Agus.

Selain itu, pembayaran SWDKLLJ-nya dibayar tetap maksimal 5 tahun, pembayaran PNBP pengesahan terhitung mulai tanggal 6 Januari 2017 serta jam kerja Samsat tetap seperti biasa. Agus juga menjelaskan, bahwa pada pemutihan kali ini, pemerintah provinsi Jambi menargetkan sebesar 90 miliar.

"Untuk pemutihan tahap kedua ini kita targetkan 90 miliar," kata Agus.

Berdasarkan data Bakeuda saat ini ada 1.389,986 wajib pajak (WP) yang masih menunggak pajak terhitung pada Agustus 2017. Dari perhitungan sementara, jumlah kendaran yang menunggak pajak itu diperkirakan bisa menambah PAD sebesar Rp 90 miliar.

"Itu belum hitungan dari kendaraan berplat luar ya," ujarnya.


Penulis: Sharly
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments