Senin, 25 Juni 2018


DLH Maksimalkan Laboratorium

Antisipasi Penurunan PAD

Jumat, 12 Januari 2018 | 14:16:02 WIB


Firmansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Muarojambi
Firmansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Muarojambi / istimewa

SENGETI - Sejak ditetapkannya Permendagri pada April 2017 lalu, tentang penghapusan izin gangguan(HO) dan retiribusi izin HO, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Muarojambi terancam menurun.

"Dengan Izin dan retribusi gangguan (HO) sudah dihapus, tentu berdampak pada PAD kita," ungkap Firmansyah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Muarojambi Rabu (9/01).

Menurut Firmansyah, biasanya PAD yang didapat dari izin tersebut berkisar Rp 2.5 hingga Rp 2.8 milliar pertahun. Untuk mengatisipasi hal ini, dia menyebut pihaknya berencana akan memaksimalkan pungsi laboratorium sebagai tempat pemeriksaan hasil limbah seluruh perusahaan. Dimana hasil retribusinya nanti bisa meminimalisir kehilangan potensi PAD dari izin HO.

"Tentunya, sebelum melakukan uji laboratorium mengenai limbah ini, kita masih harus mempersiapkan verifikasi dan akreditasi laboratorium sebagai tempat pemeriksaan limbah ini," jelasnya.

Masih menurut Firman, dalam penerapannya, kedepan pemeriksaan hasil limbah tersebut, seluruh prusahaan, baik baru maupun lama diwajibkan untuk memeriksa hasil limbahnya kepada DLHD kabupaten Muarojambi.

"Pemeriksaan hasil limbah itu nantinya untuk ditarik retribusinya sebagai pengganti dicabutnya sumber PAD dari sektor retribusi pengurusan izin gangguan (HO) yang sudah ditiadakan," pungkasnya. (sdp)


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments