Jumat, 19 Januari 2018

Facebook Ubah Metode Penyaringan Umpan Berita


Jumat, 12 Januari 2018 | 16:42:37 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAN FRANSISKO- Facebook pada Kamis mulai mengubah cara menyaring tulisan dan video di bagian utama Umpan Berita, awal dari yang dikatakan Mark Zuckerberg akan menjadi serangkaian perubahan dalam tampilan jejaring terbesar pergaulan di dunia itu.

Zuckerberg, dalam kiriman di Facebook, mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan mengubah penyaringan Umpan Berita untuk mengutamakan yang dibagikan oleh teman dan keluarga, sekaligus mengurangi jumlah muatan bukan iklan dari penerbit dan merek.

Facebook, pemilik empat aplikasi telepon seluler ternama di dunia, termasuk Instagram, yang bertahun-tahun mengutamakan materi algoritma rumit komputernya, berpikir bahwa orang akan terlibat melalui tanggapan, "suka" atau cara lain untuk menunjukkan ketertarikan.

Zuckerberg, pendiri perusahaan jejaring pergaulan berusia 33 tahun itu, mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan lagi menjadi tujuannya.

"Saya mengubah sasaran yang saya berikan pada tim produk kami untuk berfokus pada membantu menemukan konten yang relevan untuk membantu Anda memiliki interaksi sosial yang lebih bermakna," kata Zuckerberg.

Perubahan itu sepertinya menandakan bahwa waktu yang dihabiskan orang di Facebook dan beberapa tindakan keterikatan seseorang akan turun dalam jangka pendek, tulisnya, namun dia menambahkan bahwa akan menjadi lebih baik bagi pengguna dan bisnis dalam jangka panjang.

Periklanan di jejaring sosial tidak akan terpengaruh oleh perubahan tersebut, demikian John Hegeman, wakil presiden Facebook dalam sebuah wawancara.

Pesaing Facebook dan media sosialnya telah banjir kritik, karena produk mereka memperkuat pandangan pengguna terhadap isu sosial dan politik dan menyebabkan kebiasaan kepemirsaan yang mencandu, menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan peraturan dan kelangsungan usaha bisnis dalam jangka panjang.

Perusahaan tersebut telah dikritik karena algoritma yang kemungkinan memprioritaskan berita yang salah dan salah informasi dalam umpan berita orang-orang, mempengaruhi pemilihan presiden Amerika 2016, serta wacana politik di banyak negara.

Pada tahun lalu, Facebook mengungkapkan bahwa agen Rusia menggunakan jaringan tersebut untuk menyebarkan tulisan kebencian untuk memecah-belah pemilih Amerika.

Kongres diperkirakan akan mengadakan lebih banyak dengar pendapat bulan ini, mempertanyakan peran platform media sosial seperti Facebook, Twitter dan Youtube yang berperan dalam menyebarkan propaganda.

Zuckerberg mengatakan perombakan produk perusahaan, yang dimulai dengan perubahan pada algoritma yang mengendalikan Umpan Berita, akan membantu mengatasi masalah tersebut. Perubahan serupa akan dilakukan pada produk lain dalam beberapa bulan mendatang, katanya.

"Kami merasa bertanggung jawab untuk memastikan layanan kami tidak hanya menyenangkan untuk digunakan, tapi juga baik untuk kesejahteraan masyarakat," kata Zuckerberg.

Dengan lebih dari 2 miliar pengguna bulanan, Facebook adalah jaringan media sosial terbesar di dunia. Media sosial tersebut juga merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia, melaporkan pendapatan sebesar 36 miliar dolar Amerika Serikat, sebagian besar dari iklan, selama 12 bulan yang berakhir pada 30 September.

Pergeseran dari konten non-iklan yang dihasilkan oleh bisnis merupakan pukulan yang sangat berat bagi organisasi berita, banyak di antaranya menggunakan Facebook untuk mendorong peningkatan jumlah pembaca, namun Zuckerberg mengatakan bahwa banyak kiriman semacam itu telah menjadi hal yang tidak sehat.

"Beberapa berita membantu memulai percakapan mengenai masalah penting. Tapi, terlalu sering pada hari ini, menonton video, membaca berita atau mendapatkan pembaruan halaman hanyalah pengalaman pasif," katanya.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments