Sabtu, 26 Mei 2018


Uang Keluar di Jambi Capai 8,3 Triliun


Rabu, 24 Januari 2018 | 15:20:00 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI)  Provinsi Jambi menyatakan, aliran dana uang tunai keluar (outflow, red) di Provinsi Jambi selama tahun 2017 mencapai Rp 8,3 triliun.

Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 7,7 triliun. "Ada kenaikan outflow di tahun 2017 sekitar Rp 531,8 milliar dari tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena banyaknya permintaan terhadap uang kartal," ujar Poltak Sitanggang, Asisten Direktur Deputi Kepala Perwakilan Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern kantor BI Provinsi Jambi.

Menurutnya, jika dilihat dari fluktuasi aliran dana outflow terbanyak selama tahun 2017, terjadi pada bulan Juni sebanyak Rp 1,78 triliun ketika mendekati lebaran dan Desember sebanyak Rp 1,16 triliun ketika mendekati natal. "Rata-rata perputaran uang yang keluar dari BI sekitar Rp 400-500 miliar perbulan dan paling tinggi memang pada saat menjelang lebaran dan natal," jelasnya.

Melihat dari segi nominalnya, dari total pengeluaran uang selama tahun 2017, paling banyak dari pecahan uang kertas Rp 100 ribu yaitu sebanyak Rp 5 triliun. "Transaksi besar-besar  masih mendominasi, karena ini kebanyakan transaksi antar bank," ujarnya.

Dijelaskannya, tingginya outflow di Provinsi Jambi dikarenakan masyarakat mayoritas transaksi masih menggunakan uang tunai, hanya di daerah perkotaan saja seperti Kota Jambi yang sudah menggunakan transaksi non tunai seperti kartu kredit.

"Mayoritas penduduk masih tinggal di pedesaan dan perkebunan yang membuat bank belum bisa menjangkau sampai ke sana, jadi masih sulit untuk bertransaksi non tunai," katanya.

Selain itu, budaya masyarakat Provinsi Jambi juga masih banyak yang belum sadar akan transaksi non tunai, dimana sampai saat ini belum berkembang.

"Merubah budaya tidak mudah. Kita juga sudah sosialiasi terus-menerus mengenai transaksi non tunai, akan tetapi itu wajar saja dikarenakan masyarakat Provinsi Jambi masih banyak yang tinggal di pedesaan," ungkapnya.

Adapun uang masuk (inflow) kembali ke BI Provinsi Jambi  selama tahun 2017 sekitar Rp 4,6 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 5 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,3 triliun.

"Kenaikan inflow ke BI Provinsi Jambi selama tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 216,6 miliar,"  sebutnya.

Jika dilihat data peredaran uang di Provinsi Jambi selama tahun 2017 terjadi net outflow.  Selama tahun 2017 data aliran uang masuk atau inflow sebesar Rp 4,6 triliun, aliran uang keluar atau outflow sebesar Rp 8,3 triliun, sehingga terjadi net outflow sebesar Rp 3,69 triliun. Artinya
aliran uang yang keluar dari perbankan lebih banyak daripada uang yang masuk.

"Pengeluaran uang dari BI dibandingkan pemasukan di Provinsi Jambi memang lebih besar, namun itu masih termasuk normal. Selain itu, dampak net outflow di Jambi, uang cash inflow atau uang masuknya ke provinsi lain misalnya Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Riau," ucapnya.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments