Selasa, 26 Juni 2018


Komisi I : Pemerintah Harus Tegas

Gudang Karet Selincah Masih Beroperasi

Rabu, 03 Januari 2018 | 09:41:14 WIB


Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi Paul Andre Nainggolan
Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi Paul Andre Nainggolan / Istimewa

JAMBI- Sejumlah pemilik gudang karet di wilayah jalan Majapahit, Payo Selincah, Kecamatan Pal Merah, Kota Jambi mengabaikan seruan Pemkot Jambi untuk memindahkan usaha mereka dari wilayah tersebut. Bahkan dari pantauan dilapangan kemarin (2/1), aktifitas sejumlah gudang karet masih terus berlangsung.

Padahal, sesuai dengan aturan yang ada, gudang tersebut paling lambat akhir Desember 2017  harus angkat kaki dan memindahkan usahanya ke wilayah lain yang merupakan kawasan industri dan pergudangan.

Pemerintah tidak memberikan informasi melalui bentuk surat, Karena sejak 2016 lalu, setiap pemilik gudang yang mengurus izin sudah diberi tahu mengenai keharusan pemindahan gudang mereka.

Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi Paul Andre mengatakan bahwa pemerintah harus tegas menindak para pengusaha atau pemilik gudang bahwa yang belum juga pindah.

Pemerintah harusnya tidak memberikan toleransi karena sudah dilakukan sosialisasi sejak lama. "Mereka harus patuh karena aturannya begitu harus ditindak tegas," katanya. Paul menambahkan bahwa pemindahan gudang ini juga harus sesuai dengan zonasi yang telah ditentukan di dalam Perda. "Jangan sampai pemindahan gudang ini nantinya menimbulkan masalah baru," katanya.

Ditambahkannya, bahwa pemerintah harus konsisten terhadap aturan yang sudah ditetapkan.Karena jika tidak ini akan merugikan masyarakat banyak karena biasanya gudang basah menimbulkan banyak masalah, seperti limbah maupun polusi udara. " Biasanya yang masih beroperasi ini mereka coba-coba. Disinilah peran pemerintah konsisten atau tidak terhadap penegakan aturan yang sudah dibuat," ucapnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Jambi, Fahmi Sabki mengatakan untuk kawasan tersebut tak boleh lagi untuk pergudangan basah seperti karet, karena wilayah tersebut masuk dalam pemukiman warga. Kalau juga masih mau memanfaatkan gudangnya, pengusaha harus mengubah usahanya bukan untuk gudang basah seperti karet. “Kalau masih mau, mereka harus ubah komoditinya. Bukan gudang basah,” tambahnya. Dikatakan Fahmi pihaknya tidak memperpanjang lagi izin gudang tersebut."pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments