Sabtu, 24 Februari 2018

Kemendagri Belum Tentukan Pj Bupati dan Walikota


Senin, 05 Februari 2018 | 10:19:58 WIB


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto / dok/metrojambi

JAMBI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga saat ini belum memutuskan siapa pejabat yang akan ditunjuk sebagai penjabat (Pj) bupati/walikota yang daerahnya akan menggelar Pilkada Serentak, yakni Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, dan Kota Jambi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto, mengatakan sembilan nama sudah diajukan sejak beberapa waktu yang lalu. Namun hingga saat ini belum ada keputusan dari Ditjen Otda Kemendagri.

Padahal, waktu pelantikan semakin dekat. Karena, tanggal 12 Februari mendatang ketiga Pj bupati/walikota tersebut sudah mulai bertugas. “Sampai saat ini hasilnya belum turun. Kami masih menunggu dari Ditjen Otda,” kata Dianto, Minggu (4/2/2018).

Terkait nama-nama yang diajukan, Dianti mengatakan dari nama-nama yang sebelumnya beredar, ada yang benar dan ada yang tidak. Menurutnya, ketika sudah ada hasil dari mementerian, maka bisa dipublikasikan.

“Nama-nama yang kemarin itu ada yang benar ada yang tidak,” ujarnya.

Senada dengan Dianto, Rahmad Hidayat, Kepala Biro Pemerintahan mengatakan belum ada keputusan maupun sinyal kapan keputusan akan turun dari Kemendagri. Yang jelas, maksimal sehari sebelum bertugas, tiga orang Pjs tersebut sudah harus dilantik.

“Nanti yang melantik adalah Gubernur Jambi, di Jambi. Mereka dilantik paling lama satu hari sebelum betugas,” katanya.

Nantinya, Pj Bupati dan Walikota tersebut akan bertugas menjalankan roda pemerintahan di tiga daerah selama empat sampai lima bulan. Mereka bertugas selama masa kampanye calon incumbent.

“Kemungkinan sampai bulan Juni bertugas. Setelah itu calon incumbent kan aktif lagi sebagai Bupati dan Walikota,” paparnya.

Terkait dengan tugas dan wewenang Pj Bupati dan Walikota, Rahmat mengatakan tidak berbeda dengan Bupati dan Walikota. Tidak ada batasan wewenang Pjs Bupati dan Walikota.

“Sama seperti Bupati dan Walikota. Tidak ada batasan,” jelasnya.

Terkait dengan nama-nama kandidat Pjs Bupati dan Walikota yang diajukan, Rahmat enggan menyebutkan. Dia mengatakan, bisa saja ada nama-nama yang beredar sebelumnya, bisa juga sudah berubah.

Begitupun dengan kabar nama dirinya menjadi kandidat kuat untuk menjadi Pjs Bupati dan Walikota, dirinya juga mengatakan bisa juga benar dan bisa juga tidak.

“Belum tau, apakah berubah atau tidak,” tandasnya.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments