Jumat, 20 Juli 2018

Harga Pinang Tanjabtim Anjlok


Selasa, 06 Februari 2018 | 11:31:04 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / dok/metrojambi
MUARASABAK -Komoditi pinang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dalam dua bulan terakhir mengalami penurunan harga cukup signifikan. Para petani pinang pun mengeluh karena pendapatan mereka berkurang.

Petani pinang saat ini meratap karena semenjak kaburnya bos PT. Sari Nur yang berkedudukan di Kecamatan Bram Itam, Tanjung Jabung Barat, beberapa bulan lalu. Harga salah satu komuditi andalan Kabupaten Tanjabtim tersebut terutama di Kecamatan Muarasabak Timur terjun bebas.
Menurut informasi dari berapa masyarakat saat ini pinang basah dijual sembilan ribu perkilogram. Jauh dari harga sebelumnya yang mencapai 11 ribu hingga12 ribu rupiah per kilogram.

"Sekarang jauh merosotnya bang, mulai dari 8 ribu sampai 9 ribu per kilogram," jelas Ambo Ase, petani pinang. 
Begitu juga harga pinang kering hanya berada di kisaran Rp 11 ribu hingga 15 ribu rupiag perkilogram. Padahal sebelumnya masih di kisaran 18 ribu rupiah perkilogram.

Masyarakatpun tidak banyak berbuat banyak dan hanya bisa pasrah.
 "Nah kalau yang kering itu memang sangat meningkat. Sekarang 11 ribu rupiah," paparnya.

Sejauh dari pengamatan yang ada, harga pinang memang masih bergantung dengan tinggi rendahnya permintaan untuk ekspor.
Petani berharap, harga buah pinang yang menjadi andalan untuk membiayai kehidupan keluarga mereka ini bisa segera membaik, setelah sekian lama mengalami keterpurukan. 

"Saya harap seperti itu, karena pekerjaan pinang ini juga banyak prosesnya. jadi berharap pemerintah bisa memperhatikan petani," kata Lusia, petani pinang Tanjabtim.

Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments