Selasa, 22 Mei 2018


Pengacara Zola Bongkar Cerita Awal Pembahasan RAPBD Jambi Sebelum OTT


Jumat, 09 Februari 2018 | 18:53:01 WIB


Zumi Zola Zulkifli
Zumi Zola Zulkifli / Dok/metrojambi.com

JAKARTA-Kuasa hukum Gubernur Jambi Zumi Zola, Muhammad Farizi, menceritakan perihal kasus yang ditangani KPK di Jambi hingga akhirnya menetapkan kliennya sebagai tersangka.

Dia menyatakan bahwa permasalahan yang menjerat kliennya itu diawali adanya ketidaksepahaman dalam RAPBD Provinsi Jambi antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan DPRD Provinsi Jambi.

Menurut dia, saat pembahasan RAPBD sebagian dari anggota DPRD menghendaki memasukkan beberapa proyek yang tidak terdapat di dalam RAPBD Provinsi Jambi.

"Melihat hal tersebut, Zumi Zola selaku gubernur dan beberapa pejabat Pemprov Jambi tidak setuju dengan keinginan anggota DPRD. Ini mengingat perubahan tersebut akan melanggar aturan sehingga pembahasan RAPBD tersebut menjadi berlarut-larut," tuturnya.

Terkait hal itu, Zumi Zola, kata dia, memohon agar didatangkan tim KPK untuk memberikan penyuluhan di Jambi, mengingat saat itu sedang ada tarik-menarik pembahasan RAPBD 2018.

"Permintaan itu direalisasikan dengan datangnya Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada November 2017. Pada kesempatan itu Laode Syarif sempat menyindir Ketua DPRD Jambi agar DPRD tidak mempersulit dalam pembahasan RAPBD," ungkap Farizi.

Gratifikasi yang diduga diterima Zumi dan Arfan adalah Rp6 miliar.

Tersangka Zumi Zola baik bersama dengan Arfan maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun jabatannya sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 sejumlah sekitar Rp6 miliar.

Zola dan Arfan disangkakan pasal 12 B atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments