Minggu, 22 April 2018


OTT: Bukti Tak Terwujudnya Demokrasi


Senin, 12 Februari 2018 | 13:43:03 WIB


/

WUJUD nyata dari suatu negara yang berdemokrasi yaitu terciptanya masyarakat yang aman damai dan sejahtera. Hal itu diperoleh dari terwujudnya keiginan serta aspirasi rakyat yang didengar oleh pemimpin-pemimpin yang telah mewakili mereka di lembaga legislatif.

Seperti diketahui bersama setiap tahunnya dana yang disalurkan bukanlah dalam jumlah kecil. Dapat kita ketahui dan lihat bersama di daerah kita masing–masing apa saja infrastruktur yang telah terwujud dan telah dilaksanakan oleh pemimpin daerah kita.

Dana yang dialokasikan serta dipercayakan kepada pemimpin–pemimpin daerah seakan membuat mereka merasa itu adalah duit pribadi dan lupa akan fungsi uang tersebut. Sementara di sisi  lain masyarakatnya masih banyak yang tidak punya rumah sehingga tinggal di kolong jembatan, meninggal karena tidak bisa berobat, meninggal karena tidak bisa makan serta anak – anak yang menjadi pengemis atau pengamen karena tidak punya biaya untuk bersekolah. Ini dikarenakan tidak adanya penghasilan orang tua mereka yang sesuai dengan biaya hidup dan biaya sekolah mereka.

Semakin majunya zaman Indonesia juga dituntut untuk untuk semakin maju dengan prinsip dasar negara kita yang berdemokrasi. Seperti kita ketahui bersama bahwa semua serba canggih dan tinggal nasib rakyat sajalah yang membuat negeri ini semakin tinggal dengan negara lain. Terlebih karena baru-baru ini menyeruak kabar menghebohkan bahwa pemimpin daerah ditangkap oleh KPK ataupun ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga anti rasuah itu.

Dengan adanya kejadian ini tentunya menciderai demokasi  negara ini. Seperti kita ketahui bahwa hal yang dilakukan tersebut mengganggu kemajuan suatu masyarakat dan daerah.  Ini karena tujuan utamanya bukanlah untuk kemajuan daerah yang dipimpinnya melainkan  hanya mementingkan diri sendiri dengan tujuan mendapatkan keuntungan besar dari anggaran itu.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK merupakan kegiatan yang perlu ditingkatkan karena sangat jarang sekali seorang pejabat yang jujur di jaman sekarang. Di lain sisi kita juga harus sadar bahwa OTT yang dilakukan merupakan bukti bahwa negara kita yang berdemokrasi terciderai oleh tindakan para terduga koruptor tersebut.  

Harapannya, semoga dengan kasus–kasus yang sudah terungkap para pemimpin lebih berpikir lagi untuk melakukan tindakan yang sama seperti yang dilakukan pemimpin lainnya dan cobalah menjadi pemimpin yang jujur karena kejujuran itu akan menghasilkan kebaikan. Kepada pengawas anggaran pemerintah agar kiranya juga ikut melaksanakan tugasnya secara efektif karena KPK tidak mungkin dapat mengawasi keseluruhan kinerja para pemimpin di daerah– daerah yang luas di Indonesia ini. 

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Politik , Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi


Penulis: Rio Natal Aritonang
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments