Rabu, 21 Februari 2018

Eksistensi Muhammadiyah (Pencetak Negarawan)


Sabtu, 10 Februari 2018 | 14:31:01 WIB


/

MUHAMMADIYAH, ya siapa yang tidak kenal dengan Muhammadiyah, organisasi Islam besar di Indonesia. Muhammadiyah ini merupakan organisasi yang lahir jauh sebelum Indonesia merdeka. Tentunya eksistensi terhadap keindonesiaaan patut kita apresiasi.KH Ahmad Dahlan adalah inisiator terbentuknya Muhammadiyah, yang pada jalannya organisasi ini fokus memberikan dan membentuk masyarakat yang intelektual serta religius.

Berbicara mengenai eksistensi Muhammadiyah terhadap bangsa ini terutama kontribusi kader Muhammadiyah memang patut kita acungkan jempol, bagaimana tidak sejak didirikannya Muhammadiyah dan ditetapkanya arah besar organisasi ini maka sejak itu Muhammadiyah sudah eksis dalam kehidupan nusantara (sebelum kemerdekaan).Kemudian beranjak pada pra kemerdekaan, kita melihat begitu luar biasanya kontribusi kader Muhammadiyah dalam merumuskan Indonesia kedepan. Ada beberapa tokoh Muhammadiyah yang pada masa itu ikut andil dalam merumuskan kemerdekaan.

Ada tiga tokoh Muhammadiyah yang eksis pada masa itu, yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Abdul Kahar Muzakir. Ketiga tokoh ini merupakan beberapa dari banyaknya tokoh yang ikut andil mendirikan bangsa Indonesia. Pertama, Ki Bagus Hadikusumo merupakan tokoh BPUPKI dan juga mantan ketua PP Muhammadiyah. Kedua, Kasman Singodimedjo merupakan ketua komite nasional Indonesia yang kemudian menjadi cikal bakal dibentuknya DPR. Ketiga, Abdul Kahar Muzakir merupakan anggota BPUPKI dan juga rektor Universitas Islam Indonesia yang pertama.

Dari penjelasan ketiga tokoh muhammadiyah diatas, jelas bahwa eksistensi Muhammadiyah untuk bangsa Indonesia terlihat begitu nyata dan aktif, jadi sejalan dengan kata Bung Karno, yakni Jasmerah, yang patut kita pelajari dan kita apresiasi.

Kemudian beranjak pada masa setelah kemerdekan.Pada era itu, Soekarno dan Hatta ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Iya, lagi-lagi Muhammadiyah mengambil peran disini, kali ini peran yang diambil langsung pada presiden RI pertama yaitunya Soekarno yang notabene adalah kader Muhammadiyah.

Pengakuan Soekarno sebagai kader Muhammadiyah disampaikan pada pidatonya, “sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah. Kata-kata ini bukan untuk Muhammadiyah saja, tapi juga untuk saya. Saya harap kalau dibaca lagi nama-nama anggota Muhammadiyah yang 175.000 orang banyaknya, nama saya masih tercantum didalamnya. Saya harap nama saya tidak dicoret dari daftar kenaggotaanMuhammadiyah.”. pidato ini kemudian menjadi pidato melegenda bagi kader Muhammadiyah.

Kemudian juga bukti nyata Soekarno sebagai kader Muhammadiyah juga terlihat ketika bung karno menjadipengurus Muhamamdiyah Bengkulu dan bahkan pada masa itu dia mempersunting Fatmawati yang merupakan putri dari seorang tokoh Muhammadiyah Bengkulu.

Dan kemudian juga, kader Muhammaidyah yang hingga saat ini menjadi panutan dan acuan militer bangsa Indonesia yaitunyaJenderal Soedirman, yang merupakan jendral termuda serta pencetus perang gerilya pada masa penjajahan.

Siapa yang tak kenal dengan beliau, kekhusukan beliau memeperjuangkan NKRI begitu luar biasa.Bahkan pada saat kondisi sakit beliau masih keukeuh untuk memeperjuangkan NKRI. Berbagai macam posisi strategis yang diisi oleh kader Muhammadiyah pada masa itu, sehingga pada masa itulah bisa kita katakan era keemasan Muhammadiyah.

Ulasan dan cerita yang penulis jelaskan diatas merupakan bukti bahwa eksistensi Muhammadiyah dalam kehidupan bernegara sangatlah luar baisa terutama dalam membentuk negarawan-negarawan sejati bangsa ini. Tentunya hal ini tidak bisa kita diamkan dan biarkan tertelan oleh sejarah. Maka melalui tulisan inilah penulis ingin merenungkan kembali serta melawan lupa terhadap kejadian-kejadian penting yang terjadi pada masa silam.
Itulah potret sejarah bagaimana konsistensinya Muhammadiyah terhadap bangsa.Hingga saat ini bisa kita lihat Muhammadiyah tetap konsisten dengan misinya yaitu di sektor pendidikan “investasi muhammadiyah untuk memajukan umat.”

Hal ini terlihat bahwa begitu banyanya lembaga amal ataupun aset yang dimiliki Muhammadiyah dimulai dari lembaga pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi), dan lembaga lain (panti asuhan, panti jompo, masjid, dan lainnya).

Namun, dalam perjalanannya, simpang siur isu yang menjerat Muhammadiah.Begitu banyak isu yang diangkat kemudian ditembakkan pada Muhammadiyah, sehingga menimbulkan tanggapan miring masyarakat terhadap Muhammadiyah. Tapi, isu ini tidak menjadi beban bagi Muhammadiyah, bahkan ini kemudian menjadi motivasi untuk Muhammadiyah terutama bagi kader Muhammadiyah untuk terus membuktikan dan mengambil peran strategis untuk satu kata NKRI.

Begitulah dinamika Muhammadiyah dari masa ke masa.Kita lihat bagaimana konsep Muhammadiyah yang dari awal fokus pada membentuk umat yang intektual dan religius, hingga saat ini masih konsisten pada konsepnya. Dan kemudian juga eksistensi dan kontribusi Muhammadiyah bagi NKRI masih tetap sama dari dulu hingga sekarang yakni memperjuangkan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia.“jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah)”, sebuah kata yang begitu dalam maknanya.

Sejarah membuktikan bahwa organisasi Islam yang begitu besar hingga tersebar di berbagai cabang luar negeri yaitu Muhammadiyah hari ini membuktikan kepada kita bahwa Muhammadiyah masih dan tetap konsisten terhadap cita-cita pendirinya KHAhmad Dahlan. Mari sama-sama kita doakan agar dakwah yang diajalankan Muhammdiyah berjalan dengan baik dengan bermanfaat bagi umat dan masyarakat Indonesia.
Fastabiqul Khairat.

-------------------
Penulis adalah Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Jambi.


Penulis: Wahyu Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments