Selasa, 19 Juni 2018


Kepala BNPT Kukuhkan FKPT se-Indonesia


Rabu, 21 Februari 2018 | 11:24:46 WIB


Pengukuhan FKPT periode 2018-2020 di Jakarta
Pengukuhan FKPT periode 2018-2020 di Jakarta / istimewa

JAKARTA-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius, mengajak pemerintah untuk terus berperan aktif. Terutama dalam hal pencegahan terorisme.

Suhardi menyampaikan hal itu saat pengukuhan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) periode 2018-2020 di Jakarta.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat sangat penting. Seperti dalam wadah FKPT ini diharapkan juga menjadi triger untuk pemerintah daerah supaya lebih berperan aktif.

Pihaknya pun juga sudah menyampaikan kepada Mendagri bahwa sudah ada FKPT di setiap daerah.

Selain itu, kata dia, pihaknya pun sudah mengumpulkan 34 gubernur di Jakarta. Kepada gubernur juga sudah disampaikan terkait pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan terorisme.

"Sebagai contoh kasus Suhardi mengungkap catatan 3 mantan narapidana terorisme yang kembali beraksi, yaitu ledakan bom di Jalan Thamrin di Jakarta, Cicendo di Bandung, Jawa Barat, dan sebuah gereja di Samarinda, Kalimantan Timur. Minimnya kepedulian dan penerimaan masyarakat terhadap mantan narapidana terorisme dinilai menjadi pemicu ketiga kasus ledakan bom tersebut," katanya.

“Juhanda misalnya, dia itu hopeless. Di penjara sudah dideradikalisasi, tapi keluar ditolak keluarga dan dikucilkan masyarakat. Dia jadi marbot dan kembali didekati kelompoknya, kembalilah dia beraksi. Melalui FKPT saya minta masyarakat didorong untuk tidak mengucilkan mantan narapidana terorisme, sebaliknya bina mereka,” ujarnya lagi.

Untuk diketahui, dalam pengukuhan yang dilakukan Kepala BNPT, FKPT Jambi juga turut dikukuhkan.

Sebagai ketua FKPT Jambi, Prof Ahmad Syukri Saleh, dan Sekretaris Sigit Eko Yuwono. Sementara sejumlah kepala bidang FKPT juga sudah ditetapkan. Diantaranya ada dari kalangan akademisi, Bahrul Ulum, Mulawarman, Ferdricka Nggboe, dan juga dari kalangan pemuda, Said Pariq.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments