Senin, 18 Juni 2018


Pemilik Uang OTT Masih Kabur, Headline Harian Pagi Metrojambi Edisi Senin 12 Maret 2018

Ahui dan Asiang Mengaku Tak Tahu, Lili dan Robert Tak Dihadirkan di Sidang

Senin, 12 Maret 2018 | 11:23:56 WIB


/

JAMBI - Kasus dugaan suap uang ketok palu dalam pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018, sudah memasuki sidang kelima. Sebanyak sekitar 26 orang saksi telah dihadirkan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Namun dalam perkara terdakwa Erwan Malik, selaku Plt Sekda dan Arfan Plt Kadis PUPR serta Saipuddin asisten III Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi itu, tidak terungkap dengan jelas siapa pemilik uang ketok yang menjerat mereka ke meja hijau. Asal usul uang ketok palu dengan jumlah sebanyak Rp 5 miliar untuk dibagikan kepada 50 anggota dewan tersebut, terputus.

Fakta persidangan, saat pemeriksaan saksi-saksi, Joe Fandy Yoesman alias Asiang, rekanan PUPR seharusnya diperiksa berbarengan dengan Ahui alias Ali Tonang pada sidang keempat. Namun ketika itu, hanya Asiang yang hadir, sementara Ahui tak datang dan tidak bisa dihubungi.

Asing ketika itu mengakui memang Arfan ada meneleponnya untuk meminjam uang, tapi nominalnya tidak disebutkan. Namun waktu itu menurut Asiang, ceritanya tidak tuntas.

"Saya bilang nantilah karena waktu mepet dan besoknya ada stafnya telepon saya, ketika telepon ada disinggung dia (uang,red). Saya minta hubungi Ahui (Ali Tonang) dan biar dia, Titi sama Lina yang urus," keterangan Asiang saat dihadirkan sebagai saksi pada sidang keempat.

Asiang juga mengaku bahwa Arfan mau meminjam uang Rp 5 miliar. Hanya saja ia mengaku tidak mengetahui akan digunakan untuk apa uang tersebut. "Arfan mau pinjam uang. Tapi saya arahkan ke Ahui, ipar saya," cerita Asiang.

Selengkapnya baca di Harian Pagi Metrojambi


Penulis: ria
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments