Rabu, 20 Juni 2018


Dewan Minta DKP Cari Solusi

Selisih Harga, Nelayan Pilih Jual Ikan Dilaut

Senin, 12 Maret 2018 | 16:43:10 WIB


Adam, anggota DPRD Tanjabbar
Adam, anggota DPRD Tanjabbar / istimewa

KUALATUNGKAL – Praktek jual ikan ditengah oleh nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke pedagang Batam mendapat perhatian dari anggota DPRD Tanjabbar.

Adam, anggota DPRD Tanjabbar menyebut hal ini jangan sampai dibiarkan, karena bisa menyebabkan kenaikan harga ikan di pasar Kualatungkal.

" Jangan dibiarkan dinas terkait harus turun tangan ini permasalahan serius," ujar Adam anggota DPRD fraksi PAN.

Ia mengatakan jika banyak nelayan yang menjual ikan di laut tentunya hasil yang dibawa ke Tungkal akan berkurang. Kondisi ini akan membuat kelangkaan ikan di pasar.

" Jika ikan langka tentunya harga akan naik,"sebutnya.

Adam menyebut Dinas Kelautan dan Perikanan harus mencari solusi agar kondisi ini tidak terus terjadi.

" Jika memang harga jual yang jadi faktor, tentunya dinas bisa menetapkan harga di pasar," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan perbedaan harga jual dibandingkan dengan harga jual di Kuala Tungkal membuat mereka langsung melakukan transaksi di laut untuk hasil tangkapan yang didapat.

"Yang beli banyak orang Batam. Ya karena selisih harga cukup jauh dibanding dijual ke Tungkal, " ungkap Zabur Rustam, MM Kadis Perikanan.

Dijelaskan oleh Zabur, sesuai aturan yang ada hasil tangkapan nelayan harus didaratkan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Tungkal. Sehingga DKP bisa mendata berapa hasil tangkapan nelayan dalam periode tertentu.

"Kita sudah sampaikan ke nelayan trawl mini maupun tradisional, untuk tetap melaporkan hasil tangkapannya. Walaupun sebagian dijual di laut, tetapi mereka tetap membawanya ke Tungkal. Walaupun sampai di Tungkal dijual lagi ke Batam ataupun Jambi, " terangnya.

Zabur menjelaskan, nelayan Tanjabbar mengambil ikan di zona yang ditentukan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni di wilayah pengelolaan perikanan 711.Di zona Laut Cina Selatan ini dikelola empat provinsi, diantaranya Jambi, Kepri, Kalbar dan Bangkabelitung.

" Kita himbau bagi nelayan untuk tetap melaporkan hasil tangkapannya. Nelayan yang tidak berkoordinasi dengan DKP, nanti tidak akan mendapat bantuan dari Pusat maupun DAK, " tegasnya.

Sementara salah satu nelayan yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui mengatakan mereka lebih memilih menjual ke orang batam karena harga tinggi.

" Selain itu kita tidak perlu lagi membawa ke darat," ujarnya.

Meski seharusnya hasil tangkapan di bawa ke TPI, ia menyebut hal ini lebih efisien.

" Kalau di TPI kita bongkar lagi, banyak prosesnya," ketusnya. (hin)


Penulis: Muammar Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments