Senin, 18 Juni 2018


Lokasi Longsor Batang Asai Minim Rambu-Rambu


Selasa, 13 Maret 2018 | 21:17:44 WIB


Jalan di wilayah Batang Asai, Kabupaten Sarolangun yang mengalami longsor beberapa hari lalu
Jalan di wilayah Batang Asai, Kabupaten Sarolangun yang mengalami longsor beberapa hari lalu / metrojambi.com

SAROLANGUN - Minimnya rambu-rambu di lokasi longsor menuju Batang Asai, tepatnya di kawasan Bukit Rayo, saat ini sangat dikeluhkan oleh para pengendara yang melintas.

Pasalnya, jalan yang terkena longsor berdekatan dengan tikungan. Sehingga, jika tidak hati- hati atau tidak tahu lokasi longsor bisa rawan masuk ke dalam jurang.

Hendri, warga yang kerap melintas ke Batang Asai mengatakan, bahwa saat ini rambu- rambu yang terpasang hanya terbuat dari kertas karton kecil. Sehingga tidak terlihat jelas oleh penggendara yang melintas.

"Rambu- rambu rawan longsornya sangat kecil. Kalau tidak paham dengan jalan menuju Kecamatan Batangasai bisa masuk jurang. Apalagi kalau jalan malam hari, rambu- rambu nya bisa berkemungkinan tidak terlihat," ujarnya, Selasa (13/3/2018).

Dan itu pun lanjutnya, dibuat oleh pihak Desa Muara Cuban, sementara dari Pemerintah Provinsi belum membuat rambu- rambu didekat kawasan longsor. "Seharusnya pihak provinsi lebih memperhatikan. Karena jalan menuju Kecamatan Batang Asai itu merupakan wewenang Provinsi," katanya.

Karna menurutnya, di lokasi tersebut sangat rawan, sebab jurang yang ada di lokasi longsor sangat dalam, diperkirakan hampir 500 meter kedalamannya.

"Setelah melewati tikungan baru ketemu jalan longsor. Kalau sempat ada pengendara yang tidak tahu dan masuk ke dalam jurang longsor, saya rasa tidak bisa selamat lagi. Karena jurangnya sangat dalam sekali, lebih dari 500 meter kedalaman jurang itu," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun cepat tanggap meminta bantuan ke pihak Provinsi atau bisa membantu membuat rambu-rambu sementara rawan longsor yang terlihat jelas.

"Kalau harapan kami, langkah awal seharusnya memperbesar jalan itu, karena saat ini jalan sudah sempit, hanya bisa dilewati satu mobil saja, itu pun mobil pribadi. Kemudian, membuat rambu- rambu rawan longsor yang besar agar betul- betul terlihat oleh para penggendara," pungkasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments