Rabu, 25 April 2018


Expo dan Lounching Pondok Tahfiz SD 47 Berlangsung Semarak


Minggu, 08 April 2018 | 20:23:59 WIB


Foto bersama Kadisdik Kota Jambi, Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri 47
Foto bersama Kadisdik Kota Jambi, Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri 47 / Zainal Abidin

JAMBI - SD Negeri 47 Telanaipura Kota Jambi selama 3 hari, 5-7 April kemarin, menggelar kegiatan expo dan lounching pondok tahfiz. Kegiatan expo ini berlangsung semarak karena diramaikan dengan beragam kegiatan pameran stand bazzar, penampilan seni dan bakat, serta lomba tingkat Kota Jambi yang diikuti 15 sekolah yang terlibat dari parade drumband, LCT, melukis, dan kegiatan perlombaan lainnya.  

Sekolah juga melibatkan guru di lomba karaoke dan orangtua siswa yang dibentuk dalam kelompok untuk ikut lomba memasak nasi goreng. Selain expo, juga digelar lounching pondok tahfiz, karena saat ini SD Negeri 47 telah memiliki guru tahfiz atas program Pemkot dan Disdik Kota Jambi sebanyak 80 orang yang disebar di beberapa sekolah di lingkungan Kota Jambi.

Saat ini di SD Negeri 47 sendiri telah memiliki 30 orang hafiz, dan nantinya juga akan dilakukan khatam bagi siswa Kelas VI. Kegiatan ini sendiri mendapat respon positif dan apresiasi dari Disdik Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Kepala Disdik Kota Jambi, Arman Me mengatakan, kegiatan yang dilakukan menunjukkan indentitas sekolah, dengan keunggulan masing-masing, sehingga dapat menjadi ruang dan sarana pembelajaran bagi siswa di luar kegiatan belajar dalam kelas.

"Melalui kegiatan ini, anak jadi belajar cara berkomunikasi dalam jual atau beli barang, serta menampilkan bakatnya," katanya.

Dengan indentitas yang ditampilkan, sekolah dapat menarik minat orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya. Sebab, orangtua melihat keunggulan sekolah yang menjadi tujuan pendidikan anaknya ke depan.

"Jadi kalau masing-masing sekolah memiliki keunggulan, tidak ada lagi sekolah yang takut tidak kebagian siswa atau siswanya sedikit," imbuhnya.

Menurut Arman, untuk kegiatan seperti ini, dalam melibatkan orangtua dan sponsor, jangan ada pemaksaan atau pungutan. Karena, jika ada pemaksaan kerap menjadi bumerang bagi sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam mewadahi minat dan bakat siswa di bidang ekstrakulikuler.  

"Anak harus kreatif, orangtua dan sekolah harus mendukung dan mensuport. Apalalgi orangtua juga dilibatkan dalam perlombaan," paparnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 47, Ansori Mpd mengatakan, kegiatan expo tidak sepeserpun menggunakan uang sekolah, karena dibantu beberapa sponsor dari perusahaan dan orangtua siswa.  

Bantuan ini tidak mengikat, baik moril maupun materil. "Tentunya kami mengucapkan terimakasih atas bantuannya," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas dan bakat siswa sesuai minatnya, dengan beragama lomba seperti puisi, fasion show, solo vokal, dan kegiatan lainnya dengan mengundang sekolah lain.

Kegiatan ini juga untuk melatih siswa dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, seperti berdagang produk siswa sendiri di bazzar yang tersedia.

Selain itu, pihaknya juga melounching pondok tahfiz. ‘’Saat ini SD Negeri 47 telah memiliki hafiz-hafizoh dan beberapa diantaranya akan mengikuti khatam, karena akan menyelesaikan jenjang pendidikan di SD,’’ ungkapnya.

"Terutama siswa Kelas VI yang Mei mendatang akan mengikuti ujian nasional," katanya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin setiap tahunnya, guna melatih dan mengajarkan siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.


Penulis: Zainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments