Senin, 16 Juli 2018

Peranan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Sekolah Dalam Meningkatkan Moral Peserta Didik


Kamis, 12 April 2018 | 16:28:39 WIB


/

PENDIDIKAN moral dalam kehidupan manusia mempunyai peranan yang sangat penting. Pendidikan moral dapat membentuk kepribadian seseorang menjadi lebih baik dalam bersikap dan bertingkah laku sesuai aturan yang ada dan pendidikan budi pekerti diakui sebagai kekuatan yang dapat menentukan prestasi dari segi imtaq.

Dengan bantuan pendidikan moral, seseorang dapat memahami dan menginterprestasikan lingkungan yang dihadapi, sehingga ia mampu menciptakan karya yang gemilang dalam hidupnya atau dengan kata lain manusia dapat mencapai suatu peradaban dan kebudayaan yang tinggi.

Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam kegiatan proses belajar mengajar menentukan hasil akhir dari peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya dituntut dalam mengajar tetapi harus mampu membina norma moral atau budi pekerti peserta didiknya.

Guru Pendidikan Agama Islam sebagai pendidik merupakan seseorang yang memberikan pelajaran dan menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didiknya agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah keislaman.

Budi pekerti peserta didik menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia baik dalam posisinya sebagai individu, anggota masyarakat maupun bangsa. Penguatan akhlak atau moral dinilai strategis untuk mengatasi problem moral di tengah kompleksitas kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan struktur ajaran Islam, pendidikan moral adalah yang terpenting. Moral adalah dasar yang tujuan akhirnya adalah pengembangan akhlak yang mulia. Pembelajaran agama Islam dan moral diorientasikan pada pembentukan akhlak mulia penuh kasih sayang, kepada segenap unsur alam semesta.

Sebagai pendidik, guru Pendidikan Agama Islam menghadapi tanggungjawab yang berat, untuk itu ia harus memiliki persiapan dan potensi yang memadai guna tercapainya suatu hasil pendidikan yang maksimal.

Guru Pendidikan Agama Islam adalah Bapak rohani (spiritual father) bagi peserta didik, yang memberikan santapan jiwa dan ilmu, pembinaan
moral (akhlak mulia)dan meluruskan perilakunya yang buruk. Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Islam memiliki kedudukan tinggi dalam Islam.

Menurut Imam Al-Ghazali, tugas guru Pendidikan Agama Islam yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan, mensucikan, serta membawakan hati manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pandangan paradigma baru yaitu pihak-pihak sekitar lingkungan sekolah yang berasal dari guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik, untuk memajukan pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan taqwa yang pada akhirnya diharapkan mampu menerapkan pembelajaran moral secara maksimal.

Pendidikan dalam wacana keIslaman lebih populer dengan istilah tarbiyah, ta’lim, ta’dib, riyadhah, irsyad, dan tadris.

Masing–masing istilah tersebut memiliki keunikan makna tersendiri ketika sebagian atau semuanya disebut secara bersamaan, namun kesemuannya akan memiliki makna yang sama jika disebut salah satunya, sebab salah satu istilah itu sebenarnya mewakili istilah yang lain.

Atas dasar itu, dalam beberapa buku pendidikan Islam, semua istilah itu digunakan secara bergantian dalam mewakili peristilahan pendidikan agama Islam.

Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani ajaran agama Islam dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga  terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.

Peran guru PAI dalam kegiatan proses belajar mengajar menentukan hasil akhir dari peserta didik. Guru PAI tidak hanya dituntut dalam mengajar tetapi harus mampu mendidik peserta didiknya, menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didiknya agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah keIslaman.

Paradigma pengajaran yang lebih menitikberatkan peran guru PAI dalam mentransformasikan pengetahuannya kepada peserta didiknya bergeser kepada paradigma pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, berakhlak mulia, berkepribadian, memiliki kecerdasan, estetika, sehat jasmani dan rohani, serta ketrampilan yang dibutuhkan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Jadi jelaslah bahwa Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk moral atau akhlak yang mulia terhadap peserta didik pada masing – masing sekolah.

Pemerintah juga melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional memberikan amanah untuk melaksanakan kurikulum 13 (K.13) kepada guru Pendidikan Agama, guru PKN, guru BK dan wali kelas sebagai guru membentuk karakter peserta didik dan penilaiannya yang tertuang pada Kompetensi Inti Satu dan dua(KI.1.2).(*)

*) Penulis adalag Guru PAI di SMPN 8 Muaro Jambi dari tahun 2005 sampai saat ini


Penulis: Zamhuri, S.Ag
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments