Jumat, 27 April 2018


Warga Terbantu dengan Program Sertifikat Tanah Jokowi


Minggu, 15 April 2018 | 13:00:14 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

SENGETI - Masyarakat Desa Simpang Sungai Duren, Kabupaten Muarojambi, antusias dengan adanya penerbitan sertifikat tanah yang selama ini menjadi salah satu program prioritas Presiden Jokowi.

Tarmizi, warga setempat mengatakan, tahun 2017 lalu dari target 80 penerbitan Sertifikat Prona sudah 72 sertifikat yang telah diserahkan kepada Masyarakat.

"Desa Simpang Sungai Duren sudah menerbitkan 72 sertifikat tanah. Tahun ini yang sudah terukur itu 80, dan yang belum terealisasi tinggal 8 sertifikat karena masih ada berkas yang belum lengkap dari warga. Nanti aetelah lengkap maka akan diproses kembali ke BPN Kabupaten Muarojambi," terang Tarmizi.

Ia menjelaskan, sebelum adanya program sertifikat tanah untuk rakyat dari Presiden Jokowi, sangat sedikit warga yang mengurus sertifikat tanah. Menurut dia, hal ini terjadi karena stigma masyarakat yang takut adanya pungli, dan takut dengan biaya pengurusannya mahal.

“Pada tahun sebelumnya tidak ada payung hukum yang jelas dan sering terjadi pungli. Alhamdulillah untuk program sertifikasi tanah ini, masyarakat merasa terbantu dan terlindungi, karena sudah ada payung hukumnya, Kebijakan Pemerintahan saat ini memang menjawab kebutuhan masyarakat selama ini untuk menghindari tumpang tindih lahan dan memberikan kekuatan hukum diatas tanahnya,” ungkap Tarmizi.

Dikatakannya lagi, saat ini masih banyak warga yang belum mengetahui hal tersebut dan BPN dibantu pihak desa juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait program Presiden Jokowi tersebut.

Sementara itu, Kasi Pengukuran BPN Kabupaten Muarojambi, Eko, mengatakan untuk tahun 2017  target penerbitan sertifkat prona sudah mencapai 80 %, dari dari total 12.000. Sedangkan ntuk tahun 2018, ditargetkan sebanyak 17.000 Sertifikat untuk  Kabupaten Muarojambi.

"Kami dari BPN berharap kepada masyarakat melalui kepala desa setempat, mau mengurusnya. Karena Presiden Jokowi menargetkan pada tahun 2019 semua sudah selesai. Masyarakat belum banyak yang paham bahwa pembuatan sertifikat melalui Prona ini tidak dikenakan biaya di BPN," tegasnya.

Ia berharap masyarakat dapat mengunakan kesempatan ini. Karena menurutnya, program pembagian sertifikat tanah ini tidak selalu ada.

"Kita imbau agar warga bisa manfaatkan program yang sangat jarang ada ini. Karena memang bermanfaat bagi masyarakat dan memudahkan dalam penerbitan sertifikat," ujar Eko.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan penerbitan sertifikat tanah melalui Prona, ia mengatakan syaratnya cukup mudah. "Cukup dengan menyerahkan foto copy KTP, KK, surat keterangan (sporadik/jual beli). Setelah itu serahkan ke desa," pungkasnya.

Adanya program sertifikat tanah tersebut juga disambut baik warga Desa Simpang Sungai Duren. Indrayadi, warga RT 12 Simpang Sungai Duren mengatakan bahwa dengan adanya penerbitan sertifikat tanah melalui program ini warga merasa terbantu.

"Alhamdlulillah kita merasa terbantu, karena memang warga tidak banyak yang memiliki sertifikat tanah. Dengan adanya program dari pemerintah ini, warga sangat antusias untuk mengurus sertifikat. Nami bersyukur adanya program pemerintah ini yang sangat memperhatikan masyarakat kecil," ujarnya.


Penulis: Khusnizar
Editor: Khusnizar


TAGS:


comments