Rabu, 18 Juli 2018

Cerita Warga Tamiai Saat Tersesat di Hutan Belantara Kerinci Selama 7 Hari


Minggu, 15 April 2018 | 23:19:07 WIB


Isa, warga Tamiai, Kecamatan Batang Merangin yang sempat hilang saat ikut membantu pencarian warga Koto Iman, Kecamatan Danau Kerinci yang hilang di hutan belantara Kabupaten Kerinci
Isa, warga Tamiai, Kecamatan Batang Merangin yang sempat hilang saat ikut membantu pencarian warga Koto Iman, Kecamatan Danau Kerinci yang hilang di hutan belantara Kabupaten Kerinci / metrojambi.com

KERINCI – Sukur (70), warga Koto Iman, Kecamatan Danau Kerinci, beberapa hari lalu berhasil ditemukan dan dievakuasi setelah sempat tersesat selama lebih kurang 16 hari di hutan belantara Kerinci, saat berburu babi bersama beberapa orang lainnya. Sukur ditemukan dan dievakuasi bersama Isa (70), warga Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin yang juga hilang saat ikut melakukan pencarian terhadap Sukur.

Sukur dan Isa ditemukan warga saat keluar dari hutan. Sementara itu Umar (40), warga Pendung Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh masih belum ditemukan karena berpisah jalan dengan Sukur dan Isa.

Saat dibincangi, Isa sempat menceritakan kisahnya bersama Sukur dan Umar selama lebih kurang 7 hari tersesat di hutan. Suatu hari, kata Isa, setelah lelah mencari jalan keluar ia dan Sukur beristirahat sembari menghisap rokok.

Namun saat itu, kata Isa, Umar memilik untuk tidak ikut beristirahat. Dikatakan Isa, saat itu Umar meminjam parang miliknya dan mengatakan akan pergi terlebih dahulu. "Aku nak pegi dulu, kayo slumpak lah dengan Sukur (Aku mau pergi dulu, Pak Isa barengan dengan Sukur)," kata Isa menirukan perkataan Umar.

Ditambahkan Isa, saat itu Sukur juga sempat memarahi Umar agar tidak pergi sendiri, namun tidak diindahkan. Sejak saat itu, kata Isa, Umar tidak pernah muncul lagi. Bersama Sukur, ia pun lantas melanjutkan perjalanan untuk mencari jalan keluar dari hutan.

Isa melanjutkan, meski merasa sudah jauh berjalan, namun ia bersama Sukur tidak kunjung menemukan jalan keluar. Bahkan Isa menyebutkan jika ia dan Sukur seperti hanya berputar-putar saja, dan selalu kembali ke tempat semula.

"Enam kali mutar-mutar namun kami tetap kembali ke tempat itu lagi. Setelah itu kami berdua istirahat sebentar dan kembali melanjutkan perjalanan," sebut Isa.

Ditambahkan Isa, saat beristirahat ia melihat melihat ada asap mengepul. Ia pun lantas mengajak Sukur untuk mencari sumber asap tersebut. Hanya saja saat itu Sukur menolak. "Mano ado uhang (mana ada orang, red) menghidupkan api dalam hutan, itu cuma embun" kata Isa menirukan perkataan Sukur.

Isa kembali mendesak Sukur untuk ikut, kali ini dengan mengatakan jika Sukur bisa mati di dalam hutan jika tidak mengikuti dirinya. Namun Sukur tetap menolak dengan mengatakan jika ia sudah tidak sanggup lagi berjalan.

Lebih lanjut Isa mengatakan, setelah beberapa hari tidak kunjung menemukan jalan keluar, ia lantas membakar kemenyan dan menyeru minta petunjuk. Tidak lama kemudian, kata Isa, ia dan Sukur melihat bekas pijakan kaki harimau.

Namun lagi-lagi Sukur menolak diajak untuk mengikuti jejak kaki harimau tersebut. Ia tidak percaya jika jejak kaki harimau tersebut adalah petunjuk untuk menemukan jalan keluar. Perkataan Sukur tersebut sempat membuat Isa marah.

“Lah ditunjuk jalan mpo nak ugo nuhut, matai lah mpo dalam hutan (Sudah ditunjukkan jalan kamu tidak juga mau ikut, mati lah kami di dalam hutan),” kata Isa menceritakan percakapannya dengan Sukur.

Ditambahkan Isa, Sukur juga sempat terlihat seperti prustasi karena tidak kunjung menemukan jalan keluar. Bahkan Isa mengatakan jika Sukur sempat meminta agar penunggu hutan memakan dirinya.

"Saya katakan kepada Sukur, penunggu hutan tidak mau memakan kayo (kamu), karena tidak ada daging cuma tulang," kata Isa sambil tertawa.

Sedangkan untuk bertahan hidup di dalam hutan, Isa dan Sukur hanya minum air yang diambil di sungai dan dari batang-batang tumbuhan. “Kami makan gula enau (gula aren, red), sayur paku (pakis), dan mencari ikan di sungai,” pungkas Isa.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments