Senin, 16 Juli 2018

Blusukan ke Pasar Bedeng VIII Kayu Aro, Pedagang Sampaikan Terima Kasih ke Adirozal


Senin, 16 April 2018 | 12:18:34 WIB


Calon bupati Kerinci saat blusukan ke Pasar Bedeng VIII Kayu Aro
Calon bupati Kerinci saat blusukan ke Pasar Bedeng VIII Kayu Aro / Metrojambi.com

KERINCI - Calon bupati Kerinci, Adirozal disambut gembira para pedagang dan warga saat melakukan blusukan di Pasar Bedeng VIII Kayu Aro, Kecamatan Kayu Aro, Minggu (16/4) kemarin.

Betapa tidak, selama menjabat Bupati Kerinci, Adirozal telah merubah sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Kerinci yang sebelumnya kumuh dan becek, menjadi pasar yang bersih dan tidak becek lagi. Apalagi konstruksi bangunan pasar yang dibangun ditahun 2017 lalu sudah menjadi pasar modern dan kedepannya akan menjadi pasar harian.

Dalam blusukan itu Adirozal melihat langsung kondisi dan berbicara langsung dengan semua pedagang. Dalam percakapan itu pedagang langsung mengucapkan terimakasih kepada Adirozal, bahwa pasar Bedeng 8 sudah dibangun modern, bersih dan tidak becek lagi. Dengan kondisi pasar saat ini pembeli dan pedagang senang, sebab, pendapatan pedagang saat ini sudah jauh meningkat.

“Terimakasih Pak Bupati, harapan kami selama ini supaya pasar modern bisa terwujud karena perjuangan Pak Adirozal. Kondisi pasar yang bagus, bersih dan tidak becek lagi membuat jual beli kami meningkat jauh,” sebut pedagang kepada Adirozal.

Pemerintah Kabupaten Kerinci sejak tahun 2014-2017, telah membangun 10 pasar tradisional. Pasar ini tersebar dibeberapa kecamatan di Kerinci menghabiskan dana lebih Rp 35 miliar.

“Pemkab telah membangun dan merehap 10 pasar tradisional, tujuh pasar dilakukan pembangunan baru kemudian tiga pasar di rehab,” kata Adirozal.

Dia menjelaskan pasar yang telah dibangun yakni Pasar Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, pasar ini dulu dibangun tahun 1993 kemudian di tahun 2014 dilakukan rehab dengan menggunakan APBD Kerinci dengan anggaran Rp 200 juta.

Dia menambahkan, Pasar Kersik Tuo di Kecamatan Kayu Aro, dibangun tahun 1970. Kemudian di tahun 2014 dilakukan rehap dengan menggunakan DAK sebesar Rp 200 juta.

“Pasar Bedeng VIIIKecamatan Kayu Aro dibangun tahun 2017. Untuk Pasar Bedeng VIII ini sudah selesai dibangun ditahun 2018 sudah bisa digunakan. Kita bisa melihat sendiri bagaimana senangnya pedagang dan pembeli di pasar ini setelah pasar ini direhap total, sehingga bersih dan tidak becek lagi,” jelasnya.

Kemudian Pasar Siulak Deras direhab tahun 2015 dengan menggunakan dana DAK sebesar Rp 200 juta. Dinas perindustrian perdagangan dan koperasi juga telah membangun pasar Senin menjadi pasar modern dengan anggaran Rp 10 miliar tahun 2015.

Sementara Pasar Semurup juga sudah dibangun dengan dana APBD sebesar Rp 2,8 miliar, kemudian pasar Angkasapura Hiang juga telah selesai dibangun dengan dana Rp 10 miliar, kemudian Pasar Sanggarang Agung juga telah dibangun tahun 2016 dengan dana Rp 900 juta.

Serta pasar Jujun juga dibangun tahun 2016 lalu dengan anggaran Rp 1.487.70.000. Terakhir Pasar Bukit Kerman dibangun tahun 2015 lalu, dengan anggaran 200 juta menggunakan APBD Kerinci.

Total anggaran yang telah digunakan untuk membangun 10 pasar tradisional tersebut mencapai Rp 35,5 miliar.

“Kita berharap masyarakat yang menggunakan pasar tersebut bisa meningkat kesejahteraannya dan dapat pula menjaga kebersihan pasar,” tandasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments