Rabu, 18 Juli 2018

Menyesal Jalankan Perintah Atasan, Saipudin Menangis Sampaikan Pembelaan


Senin, 16 April 2018 | 13:39:25 WIB


Mantan Asisten III Setda Provinsi Jambi, Saipudin, saat menyampaikan pembelaan dalam persidangan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (16/4/2018)
Mantan Asisten III Setda Provinsi Jambi, Saipudin, saat menyampaikan pembelaan dalam persidangan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (16/4/2018) / Metrojambi.com

JAMBI - Saipudin, mantan Asisten III Setda Provinsi Jambi, mendapat giliran pertama menyampaikan pembelaannya di muka majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (16/4/2018).

Dalam nota pembelaannya, Saipudin bersumpah bahwa dirinya hanya menjalankan perintah. Meski dirinya merasa takut dan tidak tenang, namun hal itu harus dilakukan demi perintah atasan.

"Itu alasannya saya menjalankan perintah ini. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah provinsi. Semugo dengan pengorbanan ini bisa membuat pemerintah jambi lebih baik," ungkapnya sambil menangis.

Namun begitu dirinya merasa bersalah, dan mengaku menyesal. Dia mengharap masyarakat tidak menilainya hina, karena apa yang dilakukan adalah demi kepentingan banyak orang.

"Jangan menganggap saya hina, karena saya juga bagian dari kalian," sebut Saipudin 

Selain itu, Saipudin mengatakan bahwa dirinya masih memiliki tanggung jawab terhadap istri dan dua anaknya, serta ibunya yang sudah berumur 100 tahun, yang sejak kasus ini tidak bertemu lagi dengan dirinya.

Oleh karena itu, dia meminta majelis hakim memnutuskan hukumannya seringan-ringannya supaya dapat menjalankan masa pensiunnya.

"Saya mohon hukuman yang seringan-ringannya," tutupnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments