Rabu, 18 Juli 2018

KPU Tunjuk Presenter Asal Jambi Jadi Moderator Debat Publik Tahap Dua


Senin, 16 April 2018 | 21:27:58 WIB


Debat publik Pilwako Jambi tahap pertama yang digelar KPU Kota Jambi belum lama ini
Debat publik Pilwako Jambi tahap pertama yang digelar KPU Kota Jambi belum lama ini / metrojambi.com

JAMBI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jambi sudah mempersiapkan pelaksanaan debat publik calon Walikota dan wakil walikota Jambi tahap kedua. Rencannya, debat publik antara pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizi dan Sy Fasha-Maulana akan dilaksanakan di gedung Abadi Convention Center (ACC) Jambi, 20 April nanti.

Untuk moderator debat, lembaga penyelenggara Pemilu ini mempercayakan kepada Tysa Novenny yang merupakan presenter salah satu stasiun TV swasta nasional. Tysa Novenny sendiri merupakan perempuan kelahiran Jambi, 22 November 1989.

"Moderator sudah fix, yakni Tysa Novenny, presenter TV One kelahiran Jambi," kata Hazairin, komisioner KPU Kota Jambi, Senin (16/4/2018).

Ditunjuknya dara kelahiran Jambi ini, kata Hazairin, diharapkan bisa menghidupkan suasana debat. Pengalaman Tysa Novenny dinilai mampu memandu debat agar terarah pada tema yakni Ekonomi, Kesenjangan Sosial dan Penataan Kawasan Perkotaan

“Kita ingin agar kemampuannya bisa mengarahkan debat fokus pada subtansi tema,” katanya.

Sementara itu untuk lima orang panelis, terdiri dari dosen di Univesitas Jambi (Unja), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Jambi dan praktisi. Mereka adalah Amri Amir, Yudi, Rafidah, M. Nazori dan Musri Nauli yang akan bekerja merumuskan materi debat.

Hazairin menyebutkan, para penelis ini akan menyusun pertanyaan untuk mempertajam program masing-masing kandidat.  Pertanyaan itu disusun berdasarkan bukti dan fakta yang ada di lapangan dan cara lugas dan jelas. “Pertanyaan itu diserahkan pada saat debat. Jadi tidak satupun yang mengetahui, termasuk KPU,” katanya.

Selain itu, berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan bersama tim pasangan calon, jumlah masa pendukung yang diperbolehkan masuk mengikuti pelaksaan debat tidak ada perubahan. Masing-masing kandidat diperbolehkan membawa 150 masa pendukung. “Jumlah pendukung tidak berubah, masih sama seperti debat tahap pertama,” jelasnya.

Hanya saja, para pendukung ini tidak diperkanankan lagi membawa balon tepuk. Ini setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap debat pertama di RCC. “Semua sepakat, karena kita sama-sama ingin agar debat kondusif dan terarah,” pungkasnya.


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments