Rabu, 18 Juli 2018

Dituding Copy Paste oleh Kuasa Hukum Arfan, Ini Jawaban Jaksa KPK


Senin, 16 April 2018 | 22:47:14 WIB


Arfan saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (16/4/2018)
Arfan saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (16/4/2018) / metrojambi.com

JAMBI – Suseno, kuasa hukum Arfan, mantan Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, menyebut jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya melakukan copy paste fakta yuridis terhadap keterangan saksi yang tidak ada kaitannya dengan terdakwa Arfan dalam surat tuntutannya.

"Oleh karena itu, kami meminta majelis hakim mengesampingkan keterangan tersebut," pinta Suseno saat menyampaikan pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (16/4/2018).

Begitu juga soal unsur setiap orang, dia juga menyatakan tidak sependapat. Untuk menentukan setiap orang harus diuraikan dalam unsur pidana. Jika unsur pidana atau unsur lain tidak terpenuhi maka unsur setiap orang tidak terpenuhi pula.

Terhadap unsur memberikan sesuatu, dia juga menyatakan tidak sependapat dengan JPU. Menurutnya, Arfan tidak punya kepentingan terhadap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.

"Tidak ada motif penyuapan, semata-mata adalah berdasar perintah atasan," katanya.

oleh karena itu, kata dia, terdakwa hanyalah membantu atau menjalankan perintah atasan yaitu Gubernur Jambi, Zumi Zola. Sehingga yang bertanggung jawab menurutnya adalah Zumi Zola.

Sementara itu, Trimulyono, salah seorang jaksa KPK saat dikonfirmasi usai persidangan membantah tudingan kuasa hukum Arfan. Trimulyono menegaskan jaksa tidak melakukan copy paste. Menurut dia, yang sama hanya sebagian karena pemeriksaan ketiga bersama-sama, dan itu tidak ada keberatan dari dari semua pihak termasuk para penasehat hukum.

"Itu kan memang diperiksa secara bersama-sama dan pada saat itukan tidak ada keberatan dari semua pihak, kalau kami dibilang itu copy paste," ujar Trimulyono.

Selanjutnya, kata Trimulyono, analisa dari masing-masing terdakwa juga berbeda. Selain itu, ia mengatakan bahwa kasus ketok palu tersebut merupakan kasus yang berjenjang dan melibatkan aktor utamanya, yang secara langsung memiliki kepentingan dengan APBD.

"Yang memang begitu, Saifudin ada perintah dari Erwan. Erwan ada permintahnya dari gubernur Jambi karena dia yang mempunyai kepentingan terhadap APBD," tandasnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments