Senin, 23 Juli 2018

Waspada Stunting, Dinkes Batanghari Imbau Warga Perhatikan Tumbuh Kembang Anak


Jumat, 20 April 2018 | 21:07:31 WIB


dr. Elfie Yenni, MARS
dr. Elfie Yenni, MARS / metrojambi.com

MUARABULIAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari mengajak seluruh masyarakat Batanghari untuk mewaspadai stunting atau kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan. Untuk itu, Dinkes mengimbau warga Batanghari untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang anaknya.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Batanghari untuk dapat mewaspadai kasus ini. Caranya, dengan memperhatikan masa tumbuh kembang anak,” ujar Kepala Dinkes Batanghari, dr. Elfie Yennie, MARS, Jumat (20/4/2018).

Elfie menerangkan, stunting dapat dikenali saat bayi baru lahir, di mana tinggi badan kurang dari ukuran normal 50 cm, dan berat badan kurang dari 2,5 hingga 4 kg. Terkait hal ini, Elfie mengatakan ibu hamil sangat dianjurkan memberikan ASI (air susu ibu) eksklusif dan makanan yang mengandung garam yodium.

Lebih lanjut Elfie mengatakan, berdasarkan hasil survei dan pendataan yang dilakukan sejak 2016 lalu, kasus stunting ada ditemukan di Kabupaten Batanghari. Namun Elfie menyebut jumlahnya tidak banyak.

“Kasus stunting di Batanghari tahun 2016 sebanyak 26,4 persen, dan 27,9 persen di tahun 2017. Ini diketahui berdasarkan survei terhadapa balita. Meski begitu, Batanghari tidak masuk kategori besar, namun tetap harus waspada,” bebernya.

Dikatakannya lagi, ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab stunting, diantaranya kekurangan gizi pada masa kehamilan, serta kekurangan gizi pada usia anak Baduta (bayi di bawah dua tahun).

Kekurangan gizi tersebut juga dapat ditimbulkan karena beberapa hal, diantaranya asupan makanan yang kurang, kondisi kesehatan pada anak ataupun ibu hamil. “Lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan, termasuk stunting, sesuai dengan teori Tomas Blum di mana 70 persen masalah kesehatan dipengaruhi oleh lingkungan,” tandasnya.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments