Rabu, 23 Mei 2018


Kenaikan Dolar Berpengaruh Terhadap Harga Sawit


Kamis, 10 Mei 2018 | 21:42:50 WIB


ilustrasi
ilustrasi / metrojambi.com

JAMBI - Sempat naik pekan lalu, kini harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kembali turun sebesar Rp 5. Untuk periode 11-17 Mei 2018, harga sawit di Provinsi Jambi umur 10-20 yang paling baik sebesar Rp 1.717 perkilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Jambi, Agusrizal mengatakan, fluktuasi pada periode ini masih biasa. Ia juga mengatakan pada indeks K periode ini 89,28 persen.

"Itu fluktuasi biasa, dalam rapat membahas indeks K nya naik sedikit, mudah-mudahan dengan perubahan indeks K selama sebulan ada perubahan, tetapi jika ada fluktuasi naik turun sekitar Rp 20 itu sudah biasa," ujarnya Kamis (10/5).

Menurutnya, harga TBS saat ini stagnan, karena mendekati bulan puasa dan lebaran. "Pada bulan tersebut, biasanya harga sawit tidak turun-turun amat, kalaupun naik juga tidak begitu tinggi," jelasnya.

Agusrisal menyebutkan, saat ini produksi ditingkat petani sedang naik atau meningkat sekitar 5-10 persen karena masa trek telah lewat. Tetapi tetap harus mengantisipasi karena saat ini mulai memasuki musim kemarau.

"Permintaan dari luar negeri masih tetap, tapi ada lobi-lobi dari pemerintah kita dengan China, sudah ada kepastian akan meningkatkan pengiriman sebesar 500 ton, dan produksi sawit kita akan diserap ke sana," ungkapnya.

Terkait apakah kenaikan dolar mempengaruhi harga sawit, ia menilai kenaikan dolar berpengaruh positif terhadap nilai TBS di Jambi. Sebab, rata-rata produksi perkebunan di Provinsi Jambi di ekspor.

"Kan ekspor kita dibayar dengan dolar, makanya kita mendorong hasil perkebunan diekspor. Pada saat rupiah kita melemah kita tidak masalah. Tetap saja berpengaruh positif. Makanya pada saat ekonomi goyang, Jambi tidak terlalu terpengaruh karena kebanyakan produk perkebunan yang diekspor," ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi petani, disampaikan ketua Apkasindo Jambi, Roy Asnawi, saat ini kenaikan dolar yang mempengaruhi nilai ekspor belum dirasakan pekebun.

"Saat ini kenaikan nilai dolar belum sampai ke petani. Mungkin sebentar lagi berpengaruh terhadap kenaikan kebutuhan hidup masyarakat termasuk pekebun sawit," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini harga TBS umur 10-20 tahun Rp 1.717 perkilogram, umur 21-24 tahun Rp 1.665 dan umur 25 tahun Rp 1.588. Pada periode ini nilai CPO Rp 7.480 dan kernel Rp 5.439.

Untuk diketahui, selain sawit, komoditi perkebunan di Jambi yang banyak diekspor yaitu karet, kelapa, pinang, kopi, dan teh.


Penulis: Cr6
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments