Rabu, 23 Mei 2018


Kelas Keuangan untuk Pelaku Usaha Jambi


Senin, 14 Mei 2018 | 11:48:15 WIB


Kelas keuangan yang digelar Bekraf demi meningkatkan dunia usaha di Jambi
Kelas keuangan yang digelar Bekraf demi meningkatkan dunia usaha di Jambi / Rina

JAMBI -  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan memberikan pelatihan manajemen keuangan.

Bekraf memfasilitasi 100 pelaku usaha ekraf Jambi dalam mengikuti Kelas Keuangan Usaha Ekonomi Kreatif di Hotel Aston Jambi, Sabtu (12/5).

Acara kelas keuangan Jambi ini dihadiri anggota Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra, Kabid Perdagangan Disperindag Provinsi Jambi Subiyanto, praktisi keuangan Ahmad Gozali, perbankan konvensional yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) dan owner Radja Cendol (Randol), Danu Sofwan.

Dalam sambutannya, Subiyanto mengatakan, diperlukan orang-orang yang penuh inovasi dalam berindustri. Melalui kegiatan Bekraf ini, diharapkan dapat mengatur strategi bisnis dalam mengelola manajemen keuangan.

"Semoga dengan adanya pelatihan manajemen keuangan ini, pelaku ekraf Jambi dapat mengelola bisnisnya dengan baik untuk perekonomian Jambi," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, menuturkan, bahwa pelaku ekraf mengembangkan bisnisnya tak lepas dari permodalan dari perbankan.

“Bekraf ingin pelaku ekraf naik kelas dengan memiliki laporan keuangan yang bankable. Dengan demikian, akses permodalan perbankan terbuka lebar untuk mereka. Sehingga, mereka bisa mengembangkan bisnis dengan bantuan permodalan perbankan," katanya.

Fadjar menyebutkan, salah satu kendala pelaku usaha yakni tentang kemampuan pengelolaan keuangan. "Kegiatan kita ini bertujuan meningkatkan kapasitas, sehingga kelayakannya meningkat. Selain kegiatan offline, kami juga menyediakan kelas keuangan dalam bentuk tutorial yang dapat diakses di website Bekraf," ujarnya.

Ia menghimbau bagi para pelaku usaha ekraf Jambi untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Bekraf. Pihaknya juga siap bersinergi dengan daerah guna melaksanakan program-program yang dibuat oleh daerah.

Praktisi keuangan, Ahmad Gozali menjelaskan, bahwa keuangan bisnis dan keuangan pribadi harus dipisahkan. Ia menyarankan, biaya cadangan bisnis untuk pengembangan bisnis dan biaya cadangan pribadi untuk pengeluaran tak terduga.

Gozali melengkapi pelatihan manajemen keuangan dengan praktek langsung pembuatan laporan keuangan sederhana. Laporan keuangan ini bisa juga digunakan untuk mengakses pembiayaan perbankan.

Sedangkan analisa laporan keuangan bisa digunakan pelaku usaha ekraf untuk evaluasi bisnis dan mengatur strategi bisnis mereka.
Sementara itu, perwakilan perbankan konvensional, BNI menjelaskan produk pembiayaan perbankan konvensional dan cara mengaksesnya. Sehingga, pelaku ekraf memiliki pengetahuan terkait pembiayaan perbankan sebagai alternatif pembiayaan yang bisa mereka dapatkan untuk ekspansi usaha.

Owner Radja Cendol (Randol), Danu Sofwan menceritakan perjalanan bisnis miliknya, bahwa usaha yang didirikannya sejak tahun 2014 telah memiliki lebih dari 700 outlet di seluruh Indonesia.

Diharapkan melalui kegiatan ini, pelaku ekraf Jambi memperoleh wawasan cara menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha.

Danu mengakui bahwa sosial media berperan penting pada marketing usaha miliknya, bahkan ia pernah menggunakan sosial media untuk menarik minat masyarakat dan mengenalkan produknya ke masyarakat luas.

Para netizen diminta menjawab pertanyaan apa yang akan mereka lakukan jika menjadi pemilik Randol. Antusias masyarakat pun terlihat dari jawaban yang beraneka ragam.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments