Senin, 28 Mei 2018


Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jambi Kutuk Aksi Terorisme


Senin, 14 Mei 2018 | 15:00:44 WIB


FKUB Provinsi Jambi saat menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi peledakan bom di Surabaya, Jawa Timur
FKUB Provinsi Jambi saat menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi peledakan bom di Surabaya, Jawa Timur / Metrojambi.com

JAMBI - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jambi mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa hari terakhir ini.

Dalam konferensi pers, perwakilan antar agama, Islam, Kristen, Protestan, Budha, Hindu, dan Konghuchu ini mengutuk keras atas insiden yang terjadi tersebut.

Ketua FKUB Provinsi Jambi Arman Safaat mengatakan, 4 rangkaian aksi teroris sepanjang tahun 2018 yang menonjol yakni, aksi tahanan teroris di Mako Brimob pada 8-10 Mei 2018 menyebabkan 6 orang anggota Brimob gugur.

Aksi bom bunuh diri di Surabaya pada 13 Mei 2018, yakni di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl. Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia Jl. Diponegoro dan Gereja Pantekosta Jl. Arjuno menyebabkan 9 orang meninggal dunia dan 40 orang luka berat.

Kemudian, kata dia, sekitar pukul 21.15 WIB (13 Mei 2018) di Rusunawa Sidoarjo kembali terjadi lagi ledakan bom yang diduga rangkaian dari aksi sebelumnya dengan korban 5 orang luka.

Pada 14 Mei 2018, pukul 08.50 WIB, Senin (14/5/2018), kembali terjadi aksi pengeboman di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Sampai saat ini belum dipastikan jumlah korban.

Sementara itu, rilis Middle East Special Operations Commanders Conference (MESOC) menyebutkan bahwa terdapat 2.000 orang militan alumni Afghanistan dan Filipina di Indonesia. Sementara menurut pakar terorisme Bruce Hoffman terdapat kira-kira 3.000 orang anggota Al-Qaeda di Indonesia. Hal ini belum termasuk pendukung, simpatisan dan pengikut ISIS.

"Masyarakat Provinsi Jambi harus sadar dan memahami bahwa radikalisme dan terorisme saat ini memprihatinkan dan menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai bersama. Kebangkitan sel tidur kelompok jaringan terorisme penting untuk dicermati," kata Arman.

Karenanya, kasus Mako Brimob dan aksi teroris di Surabaya merupakan tragedi kemanusiaan dan berpotensi mengganggu kerukunan antar umat beragama di Indonesia yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

Untuk itu, FKUB Provinsi Jambi menyatakan sikap mengutuk keras aksi terror yang biadab dan tidak berperikemanusiaan tersebut. Kemudian, menyatakan turut berbelasungkawa para korban dan keluarganya serta meminta pemerintah memastikan remedy (pemulihan) yang memadai bagi korban atau keluarganya sehingga memperoleh keadilan dan layanan negara.

Mendukung aparat keamanan mengungkap pelaku dan membongkar motif di balik aksi Bom bunuh diri tersebut. Selanjutnya, meminta masyarakat agar selektif dalam mengakses informasi yang beredar dan tidak menyebarkan foto dan/atau video korban serta pemberitaan Hoax terkait peristiwa tersebut.

Mengajak masyarakat Provinsi Jambi untuk membentengi diri dari aksi intoleransi, radikalisme dan terorisme dengan memperkuat peran seluruh elemen masyarakat dan menjaga kerukunan hubungan antar umat beragama.

Diingatkan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak bermain-main dengan isu intoleransi, radikalisme, dan terorisme dengan memberi ruang inkubasi yang kondusif bagi mereka untuk melakukan aksi kekerasan di Indonesia.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh sejumlah perwakilan dari berbagai agama, yakni H. M. Aminullah (Islam), Pdt. Hutagaol (Kristen), Gregorius Langgeng (Katolik), Dewa Ketut Hastina (Hindu), Bhadra Putra (Budha), dan Bemy (Konghuchu).


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments