Kamis, 21 Juni 2018


Bawaslu Laporkan Divisi SDM dan Sekretaris KPU Provinsi Jambi ke DKPP


Selasa, 15 Mei 2018 | 11:31:35 WIB


Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi Rivai
Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi Rivai / dok/metrojambi

JAMBI - Kasus dialog "Ganti Presiden" di acara resmi KPU Provinsi Jambi beberapa waktu lalu akhirnya berlanjut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. Bawaslu Provinsi Jambi resmi memutuskan satu komisioner dan sekretaris KPU Provinsi Jambi dalam pleno yang digelar Senin (14/5) kemarin.

Menariknya, dalam putusannya, lembaga pengawas Pemilu ini hanya menyatakan Divisi SDM Desy Arianto dan Sekretaris KPU Provinsi Jambi paling bertanggung jawab atas kejadian yang dilaporkan oleh PDIP Provinsi Jambi tersebut.

Padahal sebelumnya, Subhan selaku ketua dan tiga komisioner KPU Pahmi, Nuraida Fitri Habi, dan M. Sanusi sudah menjalani pemeriksaan dianggap terbebas dari jeratan dugaan pelanggaran kode etik.

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi Rivai mengatakan, sesuai hasil klarifikasi dan pemeriksaan sejumlah saksi, maka diputuskan masalah "Ganti Presiden" diteruskan ke lembaga etik yakni DKPP.

"Sudah kita plenokan, Divisi SDM dan Sekretaris KPU Provinsi Jambi kita laporkan ke DKPP," kata Asnawi.

Laporan sendiri, kata ketua Bawaslu Provinsi Jambi dua periode ini, sudah dibawa ke Jakarta oleh salah satu pimpinan Bawaslu untuk diserahkan ke lembaga tinggi penyelenggara Pemilu.

Menurutnya, Divisi SDM yakni Desy Arianto dan Sekretaris KPU Provinsi Jambi dinilai yang paling bertanggung jawab dalam proses acara tersebut. Bahkan kata Asnawi, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, acara tersebut tanpa SOP yang jelas.

"Seperti jika terjadi kesalahan siapa yang bisa menghentikan acara, itu kan SOP nya juga kurang jelas," katanya.

Selain itu, kata Asnawi, untuk parpol yang terlibat pihaknya juga memerintahkan KPU Provinsi Jambi memberi teguran. "Untuk Parpol kita minta KPU memberikan teguran," sebutnya.

Disinggung apakah ini "tumbal" untuk mengamankan dua komisioner yang kini tengah bertarung maju sebagai komisioner KPU Provinsi Jambi dua periode, mengingat Desy Arianto sendiri sudah gugur pada 10 besar calon KPU?

"Bukan, memang hasil pemeriksaan sejumlah saksi mereka yang paling bertanggung jawab. Dan ini sudah sesuai rapat pleno Bawaslu," katanya.

Empat komisioner masih berpeluang di DKPP kan, namun jika parpol yang melaporkan langsung ke lembaga tinggi penyelenggara Pemilu tersebut.

Sementara Divisi SDM KPU Provinsi Jambi Desy Arianto mengatakan jika acara tersebut merupakan hasil dari rapat pleno KPU Provinsi Jambi. Ia juga mengatakan, jika sekretariat tidak bisa melaksanakan acara tersebut tanpa ada putusan rapat pleno ketua dan komisioner KPU Provinsi Jambi.

"Jadi apa boleh buat, mau tidak mau, siap tidak siap ya harus siap (sidang DKPP)," kata Desy.


Penulis: Muhammad Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments