Senin, 28 Mei 2018


Pemerintah Tetapkan 17 Mei Awal Ramadan 1439 H


Selasa, 15 Mei 2018 | 20:25:29 WIB


Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Muhammad saat memantau hilal
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Muhammad saat memantau hilal / metrojambi.com

JAMBI – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama memutuskan 1 Ramadan 1439 H jatuh pada hari Kamis (17/5/2018). Penetapan itu setelah sidang isbat (penetapan) awal Ramadan digelar di Jakarta, Selasa (15/5/18).

Keputusan itu diambil setelah tim rukyat Kemenag melakukan pengamatan hilal di sejumlah daerah. Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan dari 32 yang melaporkan hasil rukyat, tidak satu pun yang melihat hilal.

Sehingga dalam sidang isbat yang digelar yang dilakukan jelang salat magrib dengan mendengarkan paparan tim rukyat Kemenang, diputuskan 1 Ramadan ditetapkan Kamis besok.

Dalam sidang isbat itu dilaporkan oleh Dirjen Binmas Islam bahwa posisi hilal di Indonesia masih di bawah ufuk yaitu berkisar -1, sampai 0 derajat 2 menit. "Kedua, dari pelaku rukyatul hilal yang tersebar 95 titik sampai dengan sidang isbat berlangsung kita terima 32 pelaku yang melaporkan tidak satu pun yang berhasil melihat hilal," katanya.

Salah satunya, hasil rukyatul hilal atau pemantauan hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asyari Cengkareng tidak dapat melihat hilal karena cuaca mendung dan kabut tebal. Data hisab menujukkan posisi bulan berada di minus 0 koma 0,7 derajat. Pantauan hilal dimulai pada pukul 17.44 WIB dan dilaksanakan selama satu setengah menit pada saat matahari terbenam.

Di Jambi, tim rukyat Kemenag Provinsi Jambi yang melibatkan ormas seperti NU dan Muhammadiyah, BMKG, Pengadilan tinggi, dan perguruan tinggi Islam di Provinsi Jambi pada Selasa (15/5/18) jelang matahari tenggelam itu ternyata belum melihat hilal.

Kepala Kawanwil Kemenag Provinsi Jambi, Muhammad mengatakan, tim hisab rukyatul hilal tidak melihat Hilal. Lanjutnya, di Provinsi Jambi sendiri, Hilal tidak terlihat dikarenakan 2 faktor yakni faktor cuaca dan  memang posisi Hilal masih dibawah 0 koma. Padahal standar minimal 2 derajat.

"Apabila hilal  terlihat hari ini (kemarin, red) berarti puasa besok, kalau tidak terlihat puasa lusa. Memang posisi hilal sekarang tidak dimungkinkan. Menurut ketentuan jika tidak salah minimal 2 derajat dan sekarang posisi minus 0 derajat," katanya.

Sedangkan, Ramadi, wakil ketua tim hisab rukyat Kementerian Agama utusan dari UIN STS Jambi mengatakan, setelah dihitung hilal di bawah ufuk minus 0 derajat 4 menit 43 detik, sementara antara posisi matahari dan hilal kurang dari 3 derajat. Oleh karena itu, secara hisab tiga persyaratan dari hisab tiga persyaratan hisab tidak terpenuhi.


Penulis: Sharly
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments