Rabu, 23 Mei 2018


Karena Gurauan Bom, Penumpang Diturunkan, Lion Air Batal Terbang


Rabu, 16 Mei 2018 | 22:00:17 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

PEKANBARU – Lion Air dengan nomor penerbangan JT 291 yang sedianya melayani penerbangan rute Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau (PKU) tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK), batal terbang sesuai jadwal.

Gara-garanya karena gurauan bom. Asalnya dari seorang penumpang laki-laki berinisial DB. Dia yang duduk di nomor kursi 9C itu, saat masuk pesawat (boarding), mengaku kepada awak kabin bahwa dia teroris. Dia membawa bom dalam tas.  

Kontan saja rencana terbang pun gagal. Setelah mendengar pernyataan itu pilot dan kru pesawat langsung menyikapi hal tersebut.  

“Dalam menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures),” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of  Lion Air, dikutip dari rilis yang diterima metrojambi.com.

Akhirnya seluruh 200 penumpang dewasa, barang bawaan dan kargo, harus kembali ke terminal keberangkatan. Karena pernyataan DB bahwa dia teroris dan ada bom di dalam tas mengakibatkan seluruh penumpang, barang bawaan, dan kargo dicek kembali.

“Hasilnya adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan,” katanya.

Namun bukan berarti tak ada penanganan untuk DB. DB yang harusnya menjadi penumpang di pesawat tujuan Jakarta itu diturunkan berikut bagasi dan barang bawaannya. Tidak itu saja, DB pun berurusan dengan pihak berwajib.

“Lion Air telah menyerahkan DB ke avsec airlines, Avsec Angkasa Pura II cabang Pekanbaru, otoritas bandar udara serta pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut,” ucap Danang.

Sementara Lion Air JT 291 telah diberangkatkan dengan jadwal terbaru pukul 15.54 WIB dari jadwal penerbangan semula pukul 13.35 WIB. Pesawat telah mendarat di Cengkareng pada 17.22 WIB.

“Kejadian tersebut mengakibatkan keterlambatan terbang dari Cengkareng menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB) dan Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE),” katanya.  

“Lion Air Group mengimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun publik/ masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat. Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib,” ucap Danang lagi sambil mengingatkan.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments