Sabtu, 26 Mei 2018


Hati-hati Beli Daging Beku di Pasar Tradisional


Kamis, 17 Mei 2018 | 11:14:13 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Penjualan daging beku di pasar tradisional menjadi perhatian serius Satgas Pangan Provinsi Jambi. Terlebih, temuan tim di lapangan saat Sidak beberapa waktu lalu, daging beku itu dijual dengan cara digantung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Amir Hasbi mengatakan, menindaklanjuti daging beku yang dijual di gantung sama dengan daging segar di pasar tradisional, maka tim satgas pangan melakukan evaluasi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk hati-hati mengkonsumsi daging beku yang dijual di pasaran tradisional, kecuali yang ada di ritel swalayan yang masih dalam freezer," ujar Amir, Kamis (17/5/2018).

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Hortikultura Provinsi Jambi, Ahmad Maoshul mengatakan, daging beku dilarang dijual di Pasar Tradisional. Penjualan daging beku harus berada di tempat pendingin agar lebih higienis.

"Sesuai Peraturan Menteri Pertanian daging beku harus dijual melalui pendingin dan masyarakat yang menjual daging beku harus memiliki freezer, karena jika tidak di dalam freezer maka akan tercemar bakteri dan freezer harus dibawa minus 18 sampai minus 28 derajat Celcius," jelasnya.

Maushul juga mengatakan, bahwa daging beku dilarang untuk digantung seperti daging segar karena tidak higienis dan bisa dihinggapi bakteri.

Hingga saat ini penyaluran daging beku masih banyak yang dijual di atas harga yang ditetapkan oleh pemerintah, hal ini disampaikan oleh ketua divre Bulog Jambi Bachtiar.

Dirinya mengatakan, pedagang harus menjual  daging beku dengan harga Rp 80.000/kg. Karena penyalur mengambil dari Bulog Rp 72.000/kg.

"Kami telah mengeluarkan regulasi bawah harga maksimal daging beku yakni Rp 80.000/Kg, artinya Bulog menjual Rp 72.000 dan masih ada Rp 8.000 untuk pedagang mengambil keuntungannya dan saya rasa cukup," tegasnya.

Bahtiar juga mengatakan, bahwa daging beku merupakan solusi jika daging segar terlalu mahal dan saat ini keberadaan daya yang bagus dan dapat diterima oleh masyarakat Jambi.

"Jika daging segar terlalu mahal, maka masyarakat dapat beralih ke daging beku," pungkasnya.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments