Jumat, 22 Juni 2018


Bullying: Masih Marak di Pendidikan Kita


Minggu, 20 Mei 2018 | 20:23:21 WIB


/

DI DALAM perkembangan masyarakat Indonesia saat ini, semuanya tidak terlepas karena adanya pengaruh dari dunia pendidikan. Pendidikan adalah proses pembelajaran manusia dari generasi ke generasi melalui pengajaran atau pelatihan. Dapat kita ketahui bahwa fungsi pendidikan adalah mencerdaskan dan mengembangkan kehidupan bangsa manusia.

Namun dalam proses pendidikan, pasti ada saja fenomena yang terjadi di dalamnya. Seperti yang kerap terjadi saat ini seperti bullying dan kekerasan pada anak yang marak terjadi di dunia pendidikan.

Sebutan bullying memang tidak asing lagi terdengar di masa sekarang. Tindakan kekerasan, ancaman, yang bertujuan mengintimidasi seseorang sering kali terjadi. Hal ini juga berdasar  dari data KPAI yang menyebutkan adanya aduan sebanyak 26 ribu tentang kasus bully selama 2011-2017.

Belum lama ini, yang juga viral di media sosial adalah kasus bullying siswi SMP di Sidoarjo. Sungguh miris sekali. Semua anak yang harusnya memiliki hak dan martabat sama untuk berkembang, tetapi menjadi sulit berkembang dan tertindas karena bullying.

Bullying biasa disebabkan karena beberapa hal seperti :
1. Pembully ingin dianggap dan dikenal hebat karena sebetulnya mereka lemah.
2. Pembully biasanya kurang perhatian sehingga mencari perhatian dengan menghina dan sebagainya.
3. Kurang peduli dan pekanya guru dan orang tua terhadap masalah yang dialami murid atau anaknya.
4. Tidak ada keberanian si korban bullying untuk cerita ke orang lain dan bangkit untuk melawan bullying. Bullying juga kerap kali terjadi akibat dari fenomena pengelompokan jenis-jenis teman sebaya, yaitu teman yang populer, teman yang diabaikan, teman yang ditolak, dan teman yang kontroversial.

Teman sebaya adalah lingkungan hidup bagi para pelajar di dalam dunia pendidikan, fenomena dan polemik yang sering terjadi adalah anak yang pandai bergaul dan menjadi populer sangat dikenal dan memiliki banyak teman karena ketenarannya. Sedangkan teman yang pendiam dan jarang bergaul kerap kali diabaikan atau anak yang sering kali melakukan kealahan sering kali ditolak di dalam dunia pendidikan.

Hal inilah yang menyebabkan seringkali terjadi bullying, seperti anak populer seharusnya tidak sombong dan merangkul teman pendiam atau nakal, malah mengolok-olok dan menindas mereka karena kepopulerannya.

Begitu juga dengan anak pendiam yang seharusnya harus bergaul dengan baik tapi karena kurang perhatian dari orang sekitarnya dan orang tua, lalu ia menghina dan menindas teman lainnya untuk mencari perhatian.

Adapun solusi yang tepat yang harus di lakukan agar tidak terjadi bullying adalah kita harus saling peduli terhadap sesama untuk mencegah terjadinya kekerasan di kalangan remaja.
Orangtua dan keluarga harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaannya.

Ajari anak untuk melindungi diri dari kekerasan dan berikan pula penguatan positif seperti pujian terhadap perilaku pro sosial anak serta mendorong anak untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya.

Pencegahan bullying juga dipengaruhi oleh faktor dari dunia pendidikan itu sendiri, misalnya sekolah harus menjalankan program anti bullying, guru-gurunya yang harus lebih mengerti dan peka terhadap muridnya. Lebih dikuatkan kembali hubungan antara guru dan orang tua murid untuk saling mendapatkan informasi atau melaporkan kepada guru bila anak mengalami kekerasan di sekolah.

Pencegahan bullying juga harus dilakukan pemerintah seperti menerapkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan anak dan memberikan peraturan hukum yang jelas dan tegas kepada pelaku bullying.
            
*) Penulis adalah mahasiswa UIN STS Jambi


Penulis: Muhaimin
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments