Rabu, 20 Juni 2018


Nah... Ada Indikasi Suap Tes KPU Kabupaten, Kopi Putih Lapor Bawaslu


Senin, 28 Mei 2018 | 15:41:14 WIB


Nurdin saat menyerahkan laporan ke pihak Bawaslu Provinsi Jambi
Nurdin saat menyerahkan laporan ke pihak Bawaslu Provinsi Jambi / Metrojambi.com

JAMBI - Proses seleksi calon komisioner KPU kabupaten sepertinya tercoreng. Pasalnya, sebanyak 13 peserta calon komisioner KPU yang tergabung dalam Komunitas Peduli Pemilu (Kopi Putih) melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan Tim Seleksi ke Bawaslu Provinsi Jambi, siang ini Senin (28/5).

Beberapa yang hadir langsung di Bawaslu ada Asriyandi, M Apri, Jb Martien, Nurdin, Novri Suryadi dan M Kurdi. Nama lain yang ikut melaporkan namun tidak hadir ada Alony Sri Volta, Ali Wardana, Azmi Berlian, Zulfairi, Irwan Gusnadi, Alfadli, dan Riance Juscal.

Koordinator Kopi Putih, Asriyadi mengatakan pihaknya sengaja ke Bawaslu untuk melaporkan dugaan pelanggaran terhadap PKPU no 1 tahun 2017 dan PKPU No 7 Tahun 2018 tentang Seleksi Calon KPU Provinsi/Kabupaten/Kota.

Dengan menilai proses yang dilakukan, pihaknya menyatakan mosi tidak percaya terhadap hasil seleksi penerimaan calon anggota KPU kabupaten dan kota.

"Ini merupakan sejarah kelam dalam sepanjang seleksi karena dilakukan dengan cara yang sangat tidak profesional. Bahkan diduga ada indikasi uang, merubah nilai hasil seleksi hingga merugikan peserta," kata Asriyadi.

Karena itu, pihaknya minta pada Bawaslu Provinsi untuk menindaklanjutinya. Ada berbagai bukti terhadap dugaan kecurangan seleksi. Diantaranya bukti di Batanghari administrasi yang harusnya minimal 20 orang namun saat pengumuman ternyata muncul diumumkan 22 orang yang lulus administrasi. Dia mempertanyakan jumlah dua orang lebih itu.

Selain itu soal tes kesehatan yang diduga tidak transparan. Soalnya kata Asriyadi seorang calon anggota KPU kabupaten tidak lulus karena tidak sehat jantungnya.

Namun setelah yang bersangkutan tes sendiri ternyata tidak ada sakit jantung. Lalu ada juga tes psikologi yang ternyata nilai bisa dinaikkan dan diturunkan.

"Kami juga menerima laporan dari calon yang telah memberikan uang pada anggota Timsel senilai 15 juta. Tapi setelah diberi 15 juta ternyata tidak lulus dan uangnya tidak dikembalikan," ujarnya.

Ia mengakui jika tidak semua timsel terindikasi. Namun, ini merupakan kerja tim. Namun biarkan nanti pemeriksaan proses penyelidikan berjalan.


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments